HOME  ⁄  Geopolitik

Oman dan Iran Sepakati Lanjutan Perundingan Teknis serta Politik soal Navigasi di Selat Hormuz

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Oman dan Iran Sepakati Lanjutan Perundingan Teknis serta Politik soal Navigasi di Selat Hormuz
Foto: Para pejabat Oman, dipimpin Menteri Luar Negeri Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi, mengadakan pembicaraan dengan delegasi Iran yang diketuai Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi mengenai kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz dan perkembangan regional terkini, di Muscat, Oman, 24 Mei 2026.

Pantau - Oman dan Iran sepakat melanjutkan perundingan teknis dan politik mengenai navigasi di Selat Hormuz setelah kedua negara menggelar pembahasan di Muscat, Sabtu (11/7), untuk memastikan keselamatan dan kebebasan pelayaran di jalur strategis tersebut.

Kesepakatan tersebut dilaporkan Kantor Berita Oman di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Kedua pihak menyatakan diskusi lanjutan akan dilakukan di tingkat teknis dan politik guna mencapai kesepahaman yang diperlukan sesuai hukum internasional.

Perundingan Digelar di Tengah Meningkatnya Ketegangan

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Jumat (10/7) menyampaikan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi akan mengunjungi Oman untuk berkonsultasi mengenai situasi di Selat Hormuz.

Perundingan berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang dipicu aksi saling serang kedua negara.

Konflik tersebut bermula dari dugaan serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Selat Hormuz Jadi Fokus Pembahasan

Setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, Teheran memperketat pengendalian Selat Hormuz.

Iran juga melarang kapal-kapal yang terkait dengan Israel dan Amerika Serikat melintas dengan aman di jalur tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melalui jalur laut.

Sebelumnya pada Juni 2026, Iran dan Oman telah sepakat melanjutkan pembahasan melalui kelompok kerja gabungan kedua kementerian luar negeri.

Kelompok kerja tersebut bertugas mencapai kesepahaman mengenai manajemen navigasi dan layanan maritim di Selat Hormuz pada masa mendatang.

Penulis :
Gerry Eka