
Pantau - Militer Amerika Serikat menyatakan telah melancarkan gelombang ketiga serangan terhadap Iran dalam pekan ini setelah pasukan Iran menyerang sebuah kapal niaga di Selat Hormuz dan mengumumkan penutupan jalur pelayaran tersebut.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan dimulai pada Sabtu (11/7) pukul 19.15 waktu setempat atau 18.15 WIB atas perintah Presiden Donald Trump selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata.
Serangan Dipicu Insiden Kapal Niaga
Menurut CENTCOM, serangan dilakukan setelah pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang kapal kargo M/V GFS Galaxy.
Akibat insiden tersebut, satu awak sipil dilaporkan hilang.
Kapal kargo itu juga mengalami kebakaran di atas kapal dan kerusakan parah pada ruang mesin sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran.
Seorang pejabat Amerika Serikat yang dikutip Axios mengatakan IRGC menembakkan rudal ke arah kapal saat melintasi Selat Hormuz hingga menyebabkan kerusakan.
Insiden itu terjadi sehari setelah pemerintahan Donald Trump meminta Iran memberikan jaminan publik mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz sebagai salah satu syarat utama untuk menghentikan siklus konflik dengan Teheran.
Serangan juga berlangsung setelah perundingan di Muscat, Oman, yang melibatkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi, dan sejumlah pejabat Qatar untuk mencari jalan keluar atas kebuntuan kedua negara.
Iran Tutup Selat Hormuz
Sementara itu, IRGC menyatakan telah memperingatkan sejumlah kapal agar tidak menggunakan jalur yang disebutnya tidak sah di Selat Hormuz.
IRGC mengaku melepaskan "tembakan peringatan" setelah sebuah kapal kargo tidak mengubah haluan.
"Setelah insiden ini, Selat Hormuz akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan hingga intervensi Amerika di kawasan ini berakhir. Tidak ada kapal yang diizinkan melintas," ungkap IRGC.
Seorang diplomat yang mengetahui jalannya perundingan mengatakan Oman mengusulkan pembukaan kembali kedua jalur pelayaran di Selat Hormuz, termasuk akses penuh ke jalur selatan melalui perairan Oman sesuai aturan sebelum perang.
Delegasi Iran disebut belum dapat menyetujui usulan tersebut dan kembali ke Teheran untuk melakukan pembahasan lebih lanjut.
Pejabat Amerika Serikat mengatakan kapal kargo yang diserang IRGC sedang melintasi jalur selatan yang diusulkan Oman untuk dibuka kembali.
CENTCOM menyatakan Iran kembali diberi kesempatan untuk menunjukkan kepatuhan terhadap nota kesepahaman yang telah disepakati.
Namun, menurut militer Amerika Serikat, Iran kembali gagal memenuhi nota kesepahaman tersebut.
"Sebagai tanggapan, Amerika Serikat mengenakan konsekuensi yang berat dengan terus melemahkan kemampuan Iran menyerang pelaut sipil dan kapal-kapal niaga yang melintasi selat secara bebas," ujar CENTCOM.
- Penulis :
- Gerry Eka





