HOME  ⁄  News

Ledakan Guncang Sejumlah Wilayah Selatan Iran Setelah Amerika Serikat Luncurkan Gelombang Baru Serangan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ledakan Guncang Sejumlah Wilayah Selatan Iran Setelah Amerika Serikat Luncurkan Gelombang Baru Serangan
Foto: Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang sedang berlabuh di Teluk Oman, di lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang krusial.

Pantau - Sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di berbagai wilayah selatan Iran pada Minggu dini hari setelah Amerika Serikat melancarkan gelombang baru serangan, menurut laporan media Iran.

Televisi pemerintah Iran melaporkan tiga ledakan terjadi di Bandar Abbas, dua ledakan di Sirik, dua ledakan di dekat Chabahar, serta lebih dari 10 ledakan di Jask, Provinsi Hormozgan.

Sejumlah Kota dan Fasilitas Dilaporkan Jadi Sasaran

Ledakan juga dilaporkan terjadi di Asaluyeh dan Bandar Dayyer.

Serangan udara dilaporkan menghantam sebuah barak militer di bagian selatan Provinsi Bushehr.

Ledakan lainnya terjadi di Desa Shah Abdollah di bagian selatan Provinsi Khuzestan.

Kantor berita Mehr mengutip seorang pejabat Provinsi Khuzestan yang menyatakan sejumlah kota turut menjadi sasaran serangan, yakni Hendijan, Mahshahr, dan Abadan.

Menurut Mehr, suara ledakan juga terdengar di Pulau Qeshm.

Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat insiden tersebut.

CENTCOM Sebut Operasi Ditujukan Melemahkan Kemampuan Iran

Serangan tersebut terjadi setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah melancarkan gelombang ketiga operasi militer terhadap Iran dalam pekan ini.

Menurut CENTCOM, operasi dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terhadap sebuah kapal kontainer berbendera Siprus di Selat Hormuz.

CENTCOM menyatakan tujuan operasi tersebut adalah melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal-kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz.

Penulis :
Gerry Eka