HOME  ⁄  Geopolitik

IRGC Umumkan Penutupan Selat Hormuz Hingga Waktu yang Belum Ditentukan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

IRGC Umumkan Penutupan Selat Hormuz Hingga Waktu yang Belum Ditentukan
Foto: Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang berlabuh di Teluk Oman, lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang sangat penting. Lalu lintas maritim di sepanjang koridor perdagangan global yang vital ini mengalami gangguan serius menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkat pada awal Februari.

Pantau - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan setelah sebuah kapal yang dituduh mengabaikan instruksi pelayaran dihentikan akibat terkena tembakan peringatan.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita resmi IRNA, IRGC menyebut sejumlah kapal berupaya melintasi jalur yang tidak diizinkan meski telah berulang kali diperingatkan agar mengubah haluan dan menggunakan rute yang disetujui.

IRGC Sebut Kapal Abaikan Instruksi

IRGC menyatakan satu kapal mematikan sistem operasinya sehingga membahayakan keamanan pelayaran.

Menurut IRGC, kapal tersebut terkena tembakan peringatan sebelum akhirnya dihentikan.

"Tidak ada kapal yang akan diizinkan melintas," tegas IRGC.

IRGC juga menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan sampai intervensi Amerika Serikat di kawasan berakhir.

Selain itu, IRGC memperingatkan bahwa setiap serangan baru terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang lebih keras, termasuk serangan terhadap pangkalan-pangkalan "musuh" lainnya di kawasan.

Ketegangan Kembali Meningkat

IRGC menyalahkan apa yang disebutnya sebagai "campur tangan asing yang melanggar hukum" atas insiden tersebut.

Iran juga menuding Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat bertanggung jawab atas segala konsekuensi apabila eskalasi terus berlanjut.

Pada Juni lalu, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang pecah pada akhir Februari serta membuka jalan menuju perjanjian damai jangka panjang.

Nota kesepahaman tersebut mencakup penghentian segera pertempuran di semua front, pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Meski demikian, kedua negara kembali saling melancarkan serangan pada pekan ini terkait lalu lintas kapal niaga di Selat Hormuz.

Amerika Serikat menyerang sejumlah sasaran di Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang aset-aset milik Amerika Serikat di berbagai kawasan.

Penulis :
Gerry Eka