
Pantau - Amerika Serikat melancarkan gelombang ketiga serangan terhadap Iran pada Sabtu (11/7) setelah sebuah kapal kontainer berbendera Siprus diserang saat melintasi Selat Hormuz, menurut Komando Pusat Amerika Serikat (Central Command/CENTCOM).
AS Sebut Serangan sebagai Respons
CENTCOM menyatakan Iran kembali gagal menunjukkan kepatuhan terhadap Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) setelah sebelumnya dimintai pertanggungjawaban atas serangan terhadap kapal-kapal komersial.
"Iran diberi kesempatan lagi untuk menunjukkan kepatuhan terhadap Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) setelah dimintai pertanggungjawaban atas serangan sebelumnya terhadap kapal-kapal komersial, tetapi sekali lagi gagal," ungkap CENTCOM.
"Sebagai respons, AS membuat Iran menanggung konsekuensi yang berat dengan terus melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal dagang yang bebas melintasi selat tersebut," lanjut CENTCOM.
Media Iran, Press TV, melaporkan ledakan terjadi di beberapa kota di wilayah selatan Iran setelah serangan tersebut.
Iran Tutup Selat Hormuz
Iran menyatakan Selat Hormuz ditutup setelah terjadi serangan terhadap kapal yang disebut berlayar melalui rute yang tidak disetujui serta memperingatkan bahwa setiap tindakan balasan akan direspons dengan keras.
"Sebuah kapal yang membahayakan keamanan maritim dengan mematikan sistemnya telah diserang dan dihentikan," ungkap Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC).
IRGC menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup "hingga pemberitahuan lebih lanjut" dan "sampai berakhirnya campur tangan AS di kawasan ini."
Sementara itu, Operasi Perdagangan Maritim Inggris (United Kingdom Maritime Trade Operations/UKMTO) melaporkan sebuah kapal kontainer mengalami kerusakan dan terbakar dalam insiden di lepas pantai Oman pada Sabtu malam waktu setempat.
- Penulis :
- Gerry Eka





