HOME  ⁄  Geopolitik

Macron Umumkan Koalisi Sukarela untuk Ukraina Akan Gelar Latihan Militer di Negara Tetangga

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Macron Umumkan Koalisi Sukarela untuk Ukraina Akan Gelar Latihan Militer di Negara Tetangga
Foto: (Sumber :Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam konferensi pers setelah KTT Uni Eropa di Brussels, Belgia, pada (19/3/2026). ANTARA/Anadolu/Dursun Aydemir..)

Pantau - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan Koalisi Sukarela untuk Ukraina akan menggelar latihan militer dalam beberapa bulan mendatang di negara-negara tetangga Ukraina sebagai bagian dari penguatan kesiapan pertahanan koalisi tersebut.

Latihan Militer Digelar dalam Beberapa Bulan Mendatang

Macron menyampaikan keputusan tersebut setelah pertemuan Koalisi Sukarela yang berlangsung pada Senin (13/7).

Ia menjelaskan latihan akan dilakukan untuk menguji rencana pengerahan pasukan sekaligus menunjukkan kesiapan koalisi di berbagai matra.

Macron mengungkapkan, "Hari ini kami memutuskan untuk menggelar latihan yang akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang. Pasukan ini akan dikerahkan di negara-negara tetangga Ukraina untuk menguji rencana pengerahan kami dan menunjukkan bahwa kami siap, teguh, dan dapat diandalkan di darat, udara, dan laut."

Macron juga mengatakan, setelah pertemuan para kepala staf negara-negara anggota, koalisi kini memiliki pasukan multinasional yang siap bertindak untuk Ukraina.

Sebelumnya, setelah menjadi tuan rumah KTT Koalisi Sukarela di Paris pada Maret 2025, Macron menyatakan sejumlah negara berminat mengirim pasukan ke Ukraina sebagai pasukan pencegah setelah tercapainya gencatan senjata.

Rusia Tolak Skenario Pengerahan Pasukan NATO

Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan seluruh skenario pengerahan pasukan dari negara-negara anggota NATO ke Ukraina tidak dapat diterima oleh Moskow.

Menurut Kemlu Rusia, langkah tersebut berisiko memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

Pernyataan Macron dan respons Rusia kembali menegaskan perbedaan sikap kedua pihak terkait upaya penguatan keamanan di tengah konflik Ukraina yang masih berlangsung.

Penulis :
Ahmad Yusuf