HOME  ⁄  Geopolitik

Rusia Tegaskan Wacana Tarif Kapal di Selat Hormuz Bertentangan dengan Hukum Maritim Internasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rusia Tegaskan Wacana Tarif Kapal di Selat Hormuz Bertentangan dengan Hukum Maritim Internasional
Foto: (Sumber :Aktivitas kapal di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, Sabtu (20/6/2026). /ANTARA/Xinhua/Wen Xinnian/aa.)

Pantau - Rusia menolak wacana penerapan tarif terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz karena dinilai bertentangan dengan hukum maritim internasional, sebagaimana disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam konferensi pers di Moskow, Rabu.

Zakharova mengatakan, "Tidak ada kekurangan usulan yang sedang dibahas. Saya tidak akan menilai relevansi maupun kredibilitas seluruh pernyataan tersebut, terutama karena banyak di antaranya saling bertentangan. Kami berpegang pada pemahaman bahwa penerapan tarif terhadap hak lintas transit di selat internasional bertentangan dengan hukum maritim internasional," ungkapnya.

Soroti Beragam Wacana Soal Selat Hormuz

Zakharova menjelaskan dalam beberapa waktu terakhir muncul berbagai pernyataan yang saling bertentangan mengenai pelayaran di Selat Hormuz dan kemungkinan pembentukan dana untuk memungut biaya layanan keamanan maritim.

Ia menyebut berbagai pernyataan tersebut berasal dari sejumlah negara Teluk seperti Iran, Oman, dan Arab Saudi, serta dari negara di luar kawasan, termasuk Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa Barat.

Rusia Prioritaskan Perlindungan Armada Dagang

Zakharova menegaskan perlindungan terhadap armada kapal dagang Rusia menjadi salah satu prioritas utama pemerintah Rusia.

Ia menambahkan isu tersebut secara rutin dibahas dalam komunikasi dengan negara-negara terkait maupun melalui berbagai organisasi internasional yang menangani bidang kemaritiman.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap situasi keamanan dan pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur perdagangan maritim paling strategis di dunia.

Penulis :
Aditya Yohan