HOME  ⁄  Geopolitik

JD Vance Sebut Sejumlah Pejabat Israel Berupaya Memperpanjang Konflik dengan Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

JD Vance Sebut Sejumlah Pejabat Israel Berupaya Memperpanjang Konflik dengan Iran
Foto: (Sumber :Wakil Presiden AS, JD Vance. Anadolu Agency/pri..)

Pantau - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan sejumlah pejabat Israel berupaya memperpanjang konflik dengan Iran tanpa batas waktu dengan memengaruhi opini publik di Amerika Serikat, meski Presiden Donald Trump tetap mengambil keputusan berdasarkan keyakinannya sendiri terkait program nuklir Teheran.

Vance mengatakan, "Ada segelintir orang di sistem [pemerintahan Israel] yang kami yakini tanpa sedikit pun keraguan sedang memanipulasi dan berusaha mengubah opini publik Amerika agar perang [dengan Iran] terus berlanjut tanpa batas waktu," ungkapnya dalam podcast bersama Joe Rogan.

Vance menambahkan Presiden Donald Trump tetap akan meluncurkan kampanye militer terhadap Iran terlepas dari pengaruh Israel karena meyakini Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Ketegangan di Selat Hormuz Terus Berlanjut

Laporan Al-Monitor yang mengutip sumber keamanan Israel menyebut pemerintah Israel mengkhawatirkan pemerintahan Trump mulai mengalihkan fokus dari upaya melenyapkan persenjataan nuklir Iran ke pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Militer Amerika Serikat diketahui beberapa kali melancarkan serangan terhadap Iran sejak 8 Juli.

Pusat Komando Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Iran Balas Serangan AS

Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Iran sebelumnya juga mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga intervensi Amerika Serikat di kawasan tersebut berakhir.

Pada 13 Juli, Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz dan melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Penulis :
Ahmad Yusuf