HOME  ⁄  Geopolitik

Hamas Mengecam Rencana Israel Mendirikan Tiga Pos Militer di Gaza Utara dan Mendesak Mediator Bertindak

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Hamas Mengecam Rencana Israel Mendirikan Tiga Pos Militer di Gaza Utara dan Mendesak Mediator Bertindak
Foto: Pejuang Hamas (sumber: Anadolu)

Pantau - Hamas pada Selasa, 14 Juli 2026, mengecam pengumuman Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengenai rencana pendirian tiga pos militer di Jalur Gaza bagian utara, yang dinilai sebagai bagian dari upaya merebut tanah Palestina dengan mengabaikan hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hamas Nilai Rencana Israel Cerminkan Pembersihan Etnis

Hamas menyampaikan kecaman tersebut melalui sebuah pernyataan pers yang dirilis pada Selasa, 14 Juli 2026.

Hamas menilai pengumuman Israel Katz mencerminkan mentalitas pengusiran dan pembersihan etnis yang menguasai para pemimpin pendudukan Israel.

Kelompok tersebut juga menuduh Israel menjalankan rencana untuk merebut tanah Palestina dengan mengabaikan dan meremehkan hukum internasional serta resolusi PBB.

Hamas menyerukan kepada para mediator yang terlibat dalam upaya gencatan senjata, termasuk Amerika Serikat, untuk mengambil tindakan terhadap rencana Israel tersebut.

Israel Katz Umumkan Rencana Pos Militer di Gaza

Dalam kunjungannya ke Gaza utara, Israel Katz menyatakan bahwa kehancuran di wilayah tersebut merupakan hasil dari kebijakan yang disengaja.

Ia mengungkapkan, "Melihat kehancuran di wilayah tersebut membuat saya merasa puas."

Pernyataan tersebut direkam dalam sebuah wawancara saat kunjungannya ke Gaza utara.

Wawancara itu disiarkan oleh saluran televisi Israel Channel 14 pada Senin, 13 Juli 2026.

Dalam wawancara tersebut, Israel Katz juga mengatakan bahwa Israel berencana membangun tiga pos militer di Jalur Gaza.

Penulis :
Arian Mesa