HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Sebut Konflik AS-Iran Jadi Kemunduran Besar bagi Perdamaian dan Stabilitas Dunia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PBB Sebut Konflik AS-Iran Jadi Kemunduran Besar bagi Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Foto: (Sumber :Foto arsip ini menunjukkan Selat Hormuz, Iran, Rabu (19/2/2025). ANTARA/Xinhua/Wang Qiang/aa..)

Pantau - Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Volker Turk menyatakan kembalinya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi kemunduran besar bagi perdamaian, mengancam warga sipil di Timur Tengah, serta meningkatkan risiko pelanggaran hak asasi manusia di kawasan.

PBB Serukan Kepatuhan terhadap Hukum Humaniter Internasional

Dalam pernyataan yang dipublikasikan Kantor Komisaris Tinggi HAM PBB (OHCHR) pada Selasa, Volker Turk mengatakan eskalasi konflik merusak upaya perdamaian dan memperdalam ketidakstabilan di kawasan.

"Kembalinya konflik yang lebih luas di Timur Tengah antara AS dan Iran merupakan kemunduran besar bagi warga sipil di kawasan dan sekitarnya. Hal itu merusak upaya perdamaian dan memperdalam ketidakstabilan, dengan risiko serius terhadap hak asasi manusia di seluruh kawasan," ungkap Turk.

Turk menyerukan seluruh pihak yang bertikai agar mematuhi hukum humaniter internasional dengan mengambil langkah-langkah untuk melindungi warga sipil dan objek sipil serta kembali menerapkan gencatan senjata sesuai hukum internasional.

Ia juga menyoroti laporan mengenai penutupan Selat Hormuz yang dinilai berpotensi memicu dampak kemanusiaan dalam skala luas.

"Laporan mengenai penutupan Selat Hormuz sangat mengkhawatirkan karena dampaknya terhadap hak asasi manusia jauh melampaui kawasan itu. Gangguan terhadap distribusi pangan, obat-obatan, dan komoditas penting lainnya akan menimbulkan konsekuensi sosial, ekonomi, dan kemanusiaan, baik di tingkat regional maupun global," ujarnya.

Ketegangan AS dan Iran Terus Meningkat

Pasukan AS kembali melancarkan gelombang serangan terhadap Iran sejak 8 Juli, yang menurut Komando Pusat AS (CENTCOM) merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di beberapa negara Timur Tengah.

Pada Minggu, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga AS menghentikan campur tangannya di kawasan setelah kembali terjadi saling serang antara kedua negara.

Pada 13 Juli 2026, Presiden AS Donald Trump juga menyatakan Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz serta mengumumkan pemberlakuan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Penulis :
Ahmad Yusuf