
Pantau - Indonesia mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk terus berpegang pada nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) perdamaian yang ditandatangani di Islamabad pada bulan lalu serta segera menghentikan permusuhan yang kembali terjadi di Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan usai pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (Joint Commission for Bilateral Cooperation/JCBC) ke-6 Indonesia-Vietnam di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Sugiono mengungkapkan, “Sudah ada MoU kemarin, kita berharap agar dokumen tersebut sama-sama bisa terus dihormati.”
Indonesia menilai penghentian peperangan dan pemulihan perdamaian di kawasan Teluk sangat penting karena dinamika yang terjadi di kawasan tersebut akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.
Indonesia Tegaskan Sikap Dorong Perdamaian
Sugiono menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika perang antara AS dan Iran tidak berubah.
Indonesia tetap memperjuangkan perdamaian serta pemulihan stabilitas kawasan.
Ia mengatakan, “Posisi kita tidak berubah. Kita ingin situasi di sana stabil lagi, perdamaian tercapai, dan serangan bisa segera terhenti.”
Konflik Kembali Memanas di Selat Hormuz
Meskipun telah berlaku kesepakatan perdamaian melalui Memorandum Islamabad yang ditandatangani pada 17 Juni, AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan mulai 7 Juli.
Serangan kembali terjadi setelah muncul perselisihan terkait lalu lintas kapal niaga di Selat Hormuz.
Amerika Serikat melancarkan serangkaian operasi serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran.
Iran membalas serangan tersebut dengan menyerang aset-aset milik Amerika Serikat di beberapa titik di kawasan Teluk.
Serangan terbaru dilakukan oleh Komando Pusat AS (United States Central Command/CENTCOM) pada Senin (13/7).
Pemerintah AS menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam melanjutkan serangan terhadap pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahnya kembali memberlakukan kebijakan blokade Iran.
Trump mengatakan, “Kami memberlakukan kembali BLOKADE IRAN, yang dinamakan demikian karena hanya menghentikan kapal atau pelanggan Iran untuk masuk atau keluar. Semua negara lain akan memiliki penggunaan Selat yang adil dan terbuka.”
Trump juga menyatakan bahwa AS akan memberikan jaminan keamanan di jalur perairan tersebut.
Ia menambahkan bahwa pemerintah AS akan memungut biaya kepada operator kargo “sebesar 20% dari semua kargo yang dikirim”.
- Penulis :
- Shila Glorya





