HOME  ⁄  Geopolitik

Baku Tembak Iran dan AS Kembali Pecah di Selat Hormuz, Ketegangan Militer Meningkat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Baku Tembak Iran dan AS Kembali Pecah di Selat Hormuz, Ketegangan Militer Meningkat
Foto: (Sumber :Foto arsip ini menunjukkan Selat Hormuz, Iran, Rabu (19/2/2025). ANTARA/Xinhua/Wang Qiang/aa..)

Pantau - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) dilaporkan terlibat baku tembak dengan pasukan Amerika Serikat di Selat Hormuz pada Rabu di tengah meningkatnya eskalasi konflik militer antara kedua negara.

Laporan televisi pemerintah Iran menyebut bentrokan terjadi di kawasan strategis jalur pelayaran internasional tersebut.

Ledakan Terdengar di Sejumlah Wilayah Iran

Kantor berita semi resmi Tasnim mengutip otoritas Provinsi Hormozgan yang melaporkan ledakan terdengar di Bandar Abbas, sejumlah kota pesisir, dan pulau-pulau Iran akibat bentrokan di Selat Hormuz.

Kantor Berita Mehr juga melaporkan ledakan terdengar di wilayah timur Sirik yang dikaitkan dengan baku tembak di perairan Teluk di sekitarnya.

Peristiwa itu terjadi di tengah gelombang ledakan baru di sejumlah lokasi di Iran selatan seiring meningkatnya konfrontasi militer antara Iran dan Amerika Serikat.

AS Klaim Serangan Sasar Kemampuan Militer Iran

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

CENTCOM juga menyebut pasukan Amerika kembali melanjutkan blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan serta kawasan pesisir Iran.

Amerika Serikat dilaporkan mengerahkan lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut AS dan ratusan pesawat militer untuk beroperasi di kawasan Timur Tengah.

Pihak Amerika menyatakan pasukannya tetap "waspada, mematikan, dan siap."

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir meskipun sebelumnya kedua pihak telah memiliki nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan mendorong tercapainya kesepakatan perdamaian yang langgeng.

Penulis :
Aditya Yohan