HOME  ⁄  Geopolitik

AS Klaim Luncurkan Gelombang Baru Serangan ke Iran untuk Lumpuhkan Kemampuan Militer di Selat Hormuz

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

AS Klaim Luncurkan Gelombang Baru Serangan ke Iran untuk Lumpuhkan Kemampuan Militer di Selat Hormuz
Foto: (Sumber :Arsip foto - Asap membubung dari bagian tenggara kota menyusul terjadinya ledakan baru di lokasi yang menjadi sasaran serangan AS dan Israel di Teheran, Iran, pada (8/3/2026). ANTARA/Anadolu/Fatemeh Bahrami..)

Pantau - Militer Amerika Serikat mengklaim telah menyelesaikan gelombang baru serangan terhadap sejumlah sasaran militer Iran di Bushehr, Chabahar, Jask, Konarak, Abu Musa, dan Bandar Abbas guna melemahkan kemampuan Teheran menyerang kapal dagang di Selat Hormuz.

CENTCOM Klaim Sasar Fasilitas Militer Iran

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi militer tersebut berlangsung selama lima jam dan menggunakan amunisi presisi untuk menghantam sistem pertahanan pantai, lokasi rudal, drone, serta kemampuan maritim Iran.

Dalam pernyataannya, CENTCOM mengungkapkan, "Dalam misi selama lima jam, pasukan AS berhasil menghantam sasaran militer di berbagai wilayah Iran, termasuk Bushehr, Chabahar, Jask, Konarak, Abu Musa, dan Bandar Abbas, guna semakin melemahkan kemampuan Iran menyerang pelayaran komersial. Pasukan CENTCOM menggunakan amunisi presisi terhadap sistem pertahanan pantai, lokasi rudal dan drone, serta kemampuan maritim Iran."

CENTCOM juga menyatakan lebih dari 50.000 personel militer Amerika Serikat saat ini dikerahkan di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan AS-Iran Kian Meningkat

Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sasaran militer dan infrastruktur Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal niaga di Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ke fasilitas militer Amerika Serikat di sejumlah negara di kawasan.

Teheran juga menuduh Washington berulang kali melanggar nota kesepahaman yang disepakati pada 17 Juni, sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepahaman tersebut telah berakhir.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania, Bahrain, dan Kuwait sebagai balasan atas serangan udara terhadap wilayah pesisir Iran.

Menurut pernyataan IRGC yang dipublikasikan Sepah News, serangan tersebut dilakukan setelah pihaknya mencegat dua kapal yang disebut melakukan pelanggaran di Selat Hormuz.

Penulis :
Aditya Yohan