
Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen Indonesia mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui keterlibatan dalam upaya rekonstruksi kebudayaan saat menghadiri International Conference on the Reconstruction of Cultural Sector in Palestine di Madrid, Spanyol, pada 15–16 Juli 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Fadli Zon dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan Palestina Emad Al-Din Hamdan sebagai bagian dari penguatan kerja sama kebudayaan antara kedua negara.
Indonesia memandang kebudayaan sebagai elemen penting dalam menjaga identitas, keberlanjutan, dan martabat suatu bangsa.
Jajaki Museum Perjuangan Palestina
Indonesia juga tengah menjajaki pendirian Museum Perjuangan Palestina di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai ruang edukasi untuk memperkenalkan warisan budaya benda dan tak benda Palestina sekaligus mendokumentasikan perjuangan rakyat Palestina dalam mempertahankan identitas dan memperjuangkan kemerdekaannya.
“Kami ingin masyarakat Indonesia mengenal Palestina tidak hanya melalui konflik, tetapi juga melalui peradaban, seni, tradisi, dan warisan budayanya. Museum ini diharapkan menjadi simbol persahabatan dan solidaritas Indonesia terhadap Palestina,” ungkap Fadli.
Kedua menteri sepakat menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut sebagai implementasi nota kesepahaman yang ditandatangani pada September 2025 untuk memperkuat kolaborasi kebudayaan Indonesia dan Palestina.
Bahas Pusat Kebudayaan dan Kolaborasi Seni
Dalam pertemuan itu, Emad Al-Din Hamdan mengapresiasi dukungan Indonesia kepada Palestina serta mengusulkan pembangunan Cultural Centre Indonesia-Palestina di Yerusalem sebagai ruang berkarya bagi masyarakat Palestina di Yerusalem dan Tepi Barat.
Menanggapi usulan tersebut, Fadli menyatakan Indonesia membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, termasuk joint production film, pameran seni, dan penerjemahan karya sastra Palestina ke dalam bahasa Indonesia.
"Indonesia siap membuka ruang kerja sama kebudayaan dengan Palestina, termasuk melalui kolaborasi perfilman, penerjemahan karya sastra, dan berbagai program kebudayaan lainnya. Melalui kebudayaan, masyarakat dapat saling mengenal sejarah, identitas, dan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh sebuah bangsa," ujarnya.
Fadli menambahkan pemerintah akan mempelajari proposal pembangunan Cultural Centre tersebut untuk menentukan bentuk partisipasi dan kerja sama yang dapat diwujudkan.
“Kami menyambut baik gagasan pendirian Cultural Centre tersebut dan akan mendalami berbagai peluang kerja sama agar dapat memberikan manfaat nyata bagi pelestarian kebudayaan Palestina,” katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





