HOME  ⁄  Geopolitik

PBB dan Pemprov DKI Perluas Integrasi SDGs di Museum Indonesia untuk Perkuat Edukasi Publik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PBB dan Pemprov DKI Perluas Integrasi SDGs di Museum Indonesia untuk Perkuat Edukasi Publik
Foto: (Sumber :Pemaparan materi mengenai SDGs oleh Siska Widyawati, Deputy Director UNIC Indonesia pada sesi "Talskhow Kick Off Mainstreaming SDGs in Museum: Museum Sebagai Agen Perubahan Menuju Masa Depan Berkelanjutan". /ANTARA/HO-UNIC/Talitha Vanya.)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan inisiatif Mainstreaming SDGs in Museums untuk memperkuat peran museum sebagai ruang edukasi publik sekaligus memperluas pemahaman masyarakat terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Museum Didorong Jadi Agen Perubahan

Program yang dikembangkan bersama MUSEE ID, Asosiasi Museum Indonesia Daerah (AMIDA) DKI Jakarta, dan sejumlah mitra itu diluncurkan di Balai Kota Jakarta pada Rabu (15/7).

Inisiatif tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas museum dalam mengintegrasikan SDGs ke dalam pameran, program pendidikan, serta berbagai kegiatan pelibatan masyarakat.

Direktur United Nations Information Centre (UNIC) Jakarta Miklos Gaspar mengatakan peluncuran program itu menjadi langkah penting di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

“Sepuluh tahun setelah diadopsinya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dunia menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Dalam situasi seperti ini, museum memiliki peran yang semakin penting,” ungkapnya.

Ia menjelaskan museum tidak hanya berfungsi melestarikan warisan budaya, tetapi juga membantu masyarakat memahami berbagai tantangan global, mendorong dialog, serta menginspirasi aksi bersama untuk melindungi manusia dan bumi.

Melalui program Mainstreaming SDGs in Museums, museum-museum di Indonesia akan didorong mengeksplorasi cara mengomunikasikan isu-isu global melalui kekayaan warisan budaya dan kearifan lokal Indonesia.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari pembentukan SDG Corner pertama di Museum Bahari, Jakarta, yang menjadi model percontohan integrasi pembangunan berkelanjutan dalam ruang museum dan pendidikan publik.

Kolaborasi Diperluas ke Lebih Banyak Museum

Gaspar menilai museum di Indonesia menyimpan kisah tentang ketangguhan, keberagaman, inovasi, dan hidup berdampingan secara damai yang dapat dihubungkan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Ketua AMIDA DKI Jakarta Yiyok T. Herlambang mengatakan SDG Corner di Museum Bahari telah membuktikan museum dapat menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat mengenai pembangunan berkelanjutan.

“SDG Corner di Museum Bahari telah menunjukkan bahwa museum dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar tentang pembangunan berkelanjutan dan peran mereka dalam mewujudkannya,” katanya.

Ia berharap semakin banyak museum di Jakarta mengintegrasikan SDGs ke dalam programnya sehingga menjadi mitra aktif membangun kota yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif MUSEE ID Nofa Farida Lestari menegaskan nilai-nilai seperti kepedulian terhadap lingkungan, kesetaraan, gotong royong, ketangguhan, dan hidup berdampingan secara damai telah lama menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia.

“Kami berharap kolaborasi antara Perserikatan Bangsa-Bangsa, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan MUSEE ID dapat menginspirasi lebih banyak museum di seluruh Indonesia untuk menjadikan SDGs sebagai bagian integral dari misi pendidikan dan pelayanan publik mereka,” ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf