
Pantau - Duta Besar Rwanda untuk Indonesia Abdul Karim Harelimana menegaskan Indonesia merupakan mitra penting bagi Rwanda dalam memperkuat kerja sama Selatan-Selatan di bidang perdagangan, pariwisata, investasi, inovasi, dan keterlibatan bersama.
Pernyataan tersebut disampaikan Harelimana saat peringatan Hari Pembebasan Rwanda (Kwibohora) ke-32 di Jakarta, Jumat malam.
“Solidaritas, persahabatan, dan kemitraan Anda telah memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan Rwanda dan kami berharap dapat mencapai hal-hal yang lebih besar lagi bersama-sama,” ungkapnya.
Hari Pembebasan Jadi Simbol Kebangkitan Rwanda
Harelimana mengatakan Hari Pembebasan Rwanda menandai awal kebangkitan nasional yang dibangun di atas harapan, persatuan, dan tekad untuk menciptakan masa depan yang lebih baik setelah berakhirnya masa penderitaan bangsa Rwanda.
Mengutip pesan Presiden Rwanda Paul Kagame pada peringatan Hari Pembebasan 4 Juli, ia menegaskan pembebasan bukanlah tujuan akhir, melainkan komitmen berkelanjutan untuk menjaga persatuan, memperkuat kedaulatan, membangun institusi, dan membuka peluang bagi generasi muda.
“Dari puing-puing konflik dan kehancuran, bangsa kita telah memilih persatuan daripada perpecahan, rekonsiliasi daripada balas dendam, pembangunan institusi daripada ketidakstabilan, dan kemandirian daripada ketergantungan,” ujarnya.
Menurut Harelimana, pilihan tersebut membawa Rwanda dikenal sebagai negara dengan tata kelola pemerintahan yang baik, keamanan, kesetaraan gender, inovasi, pelestarian lingkungan, peningkatan layanan kesehatan, perluasan akses pendidikan, serta pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang.
Indonesia Tegaskan Komitmen Perkuat Hubungan Bilateral
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Santo Darmosumarto menyampaikan penghormatan dan solidaritas Indonesia kepada Rwanda dalam peringatan Hari Pembebasan tersebut.
Menurut Santo, Hari Pembebasan Rwanda menjadi simbol keberanian bangsa Rwanda untuk membangun kembali dan bangkit menuju masa depan yang lebih baik.
“Keyakinan bersama ini mendorong komitmen kami untuk bekerja sama secara erat dengan Rwanda di berbagai bidang, termasuk keamanan politik, perdagangan dan investasi, pendidikan, dan kerja sama pembangunan, guna memastikan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda kita,” katanya.
Santo menambahkan kemajuan menuju perjanjian perdagangan preferensial antara Indonesia dan Rwanda mencerminkan komitmen kedua negara untuk membuka peluang baru dalam hubungan ekonomi sekaligus meningkatkan kemitraan bilateral.
Peringatan Hari Pembebasan Rwanda (Kwibohora) ke-32 mengusung tema “Kwibohora 32 – Rwanda’s Journey Continues” dan menjadi refleksi perjalanan Rwanda membangun kembali bangsa pascatragedi genosida terhadap etnis Tutsi pada 1994.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





