
Pantau - Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo menegaskan Indonesia siap memimpin pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat global sebagai salah satu solusi pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat.
Indroyono menyampaikan Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah dunia melalui jumlah penduduk Muslim yang mencapai lebih dari 240 juta jiwa.
Pernyataan tersebut disampaikan terkait keikutsertaan Indonesia dalam konferensi ekonomi Islam IFESCD 2026 yang berlangsung di Markas Bank Dunia, Washington DC.
Indroyono menjelaskan industri keuangan Islam global saat ini telah mencapai nilai sekitar 3,6 triliun dolar AS, tetapi potensi tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal untuk menjawab tantangan pembangunan, terutama di negara-negara berkembang.
Indonesia Dorong Kolaborasi dan Inovasi Ekonomi Syariah
Indroyono mengatakan pengembangan ekonomi syariah perlu dilakukan melalui penguatan kolaborasi internasional, peningkatan riset dan inovasi, percepatan transformasi digital, serta optimalisasi instrumen keuangan dan sosial Islam.
Menurutnya, langkah tersebut dapat menghadirkan solusi pembangunan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi masyarakat global.
Dalam agenda IFESCD 2026, Indroyono juga menyoroti upaya Indonesia memperkuat fondasi industri keuangan syariah nasional melalui penguatan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) serta Bank Syariah Indonesia (BSI).
Ia menyampaikan penerbitan sukuk negara Indonesia yang telah melampaui 120 miliar dolar AS menunjukkan kontribusi ekonomi syariah terhadap pembiayaan pembangunan nasional.
Indonesia Perkuat Peran di Ekosistem Ekonomi Global
Dalam kegiatan tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC memfasilitasi kehadiran sejumlah institusi ekonomi syariah Indonesia, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Tazkia Bogor, Dompet Dhuafa, dan Center for Technology and Innovation Studies (CTIS) Jakarta.
Kehadiran berbagai institusi tersebut menunjukkan meningkatnya perhatian komunitas internasional terhadap perkembangan ekonomi syariah Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru dalam ekosistem ekonomi global.
Indonesia berpartisipasi dalam IFESCD 2026 pada 15–16 Juli 2026 untuk memperluas kemitraan internasional, meningkatkan inovasi ekonomi syariah, serta memperkuat peran dalam membentuk ekonomi global yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Leon Weldrick





