HOME  ⁄  Nasional

Kemenkop Latih 29.830 Calon Manajer KDKMP untuk Perkuat Pengelolaan Koperasi Desa

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemenkop Latih 29.830 Calon Manajer KDKMP untuk Perkuat Pengelolaan Koperasi Desa
Foto: Foto: Sebanyak 1.023 peserta calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengikuti pembukaan pelatihan manajerial di Pusdik Armed Cimahi, Jawa Barat, pada Jumat (17/7/2026). (Sumber: ANTARA/Ilham Nugraha)

Pantau - Kementerian Koperasi (Kemenkop) memberikan pelatihan manajerial dan sertifikasi kompetensi kepada 29.830 calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai persiapan pengelolaan koperasi di berbagai daerah.

Pelatihan tersebut bertujuan menyiapkan sumber daya manusia yang profesional untuk mengelola KDKMP setelah para calon manajer ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan penguatan kompetensi menjadi tahapan lanjutan setelah para peserta sebelumnya mengikuti pembentukan karakter, kepemimpinan, dan bela negara.

"Tahap ini adalah tahap kedua, penguatan kompetensi manajerial melalui kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi. Dan tahap ketiga nanti adalah sertifikasi kompetensi sebagai penegasan standar profesionalisme," kata Ferry Juliantono.

Pelatihan Fokus pada Manajemen Koperasi dan Soft Skill

Ferry menjelaskan 29.830 calon manajer akan mendapatkan pelatihan mengenai pengelolaan manajemen koperasi dan keuangan selama 13 hari mulai 17 hingga 29 Juli 2026 dengan agenda penutupan pada 31 Juli 2026.

Selain kemampuan teknis, para calon manajer juga diberikan materi penguatan soft skill untuk membangun komunikasi dan hubungan sosial dengan pengurus koperasi, pengawas koperasi, pemerintah desa, serta masyarakat.

"Kami akan menambahkan kemampuan soft skill karena kemampuan soft skill para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga akan sangat membantu keberhasilan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujar Ferry.

Para peserta juga mendapatkan pembekalan pemetaan potensi diri melalui program Talent Drive, Network, dan Action (DNA) untuk mengenali kekuatan pribadi, kelemahan, serta kapasitas kepemimpinan.

Hasil pemetaan tersebut akan digunakan untuk membantu penempatan calon manajer agar sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, serta potensi usaha di masing-masing daerah.

Peserta Disiapkan Memahami Potensi Ekonomi Daerah

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari mengatakan materi pelatihan diarahkan agar peserta mampu memetakan potensi ekonomi wilayah penugasan.

"Materi yang diberikan fokus pada bagaimana mengenali potensi usaha di daerah penempatan. Dengan Talent DNA berbasis Artificial Intellegent (AI), peserta bisa mendapatkan peningkatan kapasitas secara pribadi masing-masing," kata Destry.

Pelatihan tersebut diikuti 29.830 peserta yang tersebar di 15 komando latihan, 61 satuan pendidikan, dan 451 kelas.

Kurikulum pelatihan terdiri atas 90 jam pelajaran, 12 modul, 42 materi, dan 10 unit kompetensi yang menjadi dasar sertifikasi Manajer KDKMP yang telah mendapatkan akreditasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Materi pelatihan mencakup studi kelayakan dan model bisnis, tata kelola koperasi, pengelolaan keuangan, pemasaran, digitalisasi, komunikasi efektif, serta pengembangan kewirausahaan adaptif.

Destry menjelaskan peserta yang belum memenuhi standar sertifikasi akan mengikuti uji ulang hingga dinyatakan lulus.

Pemerintah berharap seluruh Manajer KDKMP memiliki kompetensi yang seragam, profesional, dan sesuai standar nasional.

Penulis :
Arian Mesa