
Pantau - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mendorong Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Barat memperkuat sistem deteksi dini atau early warning system terhadap perkembangan ekonomi daerah.
BI Diminta Perkuat Analisis Ekonomi Regional
Dorongan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Banggar DPR RI ke Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Barat yang dipimpin Wakil Ketua Banggar DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie.
Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Departemen Regional Bank Indonesia Budi Widihartanto, Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Kalimantan Barat, serta jajaran terkait.
Dalam pertemuan tersebut, Banggar DPR RI dan BI membahas perkembangan ekonomi Kalimantan Barat, pengendalian inflasi, daya beli masyarakat, penguatan UMKM, investasi daerah, ketahanan pangan, serta percepatan digitalisasi sistem pembayaran.
Syarief Abdullah Alkadrie menegaskan Kantor Perwakilan BI di daerah tidak hanya menjalankan fungsi administratif.
Menurutnya, kantor perwakilan BI juga harus menjadi pusat analisis ekonomi yang mampu membaca perubahan ekonomi sejak dini.
Syarief mengatakan kualitas bank sentral ke depan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan instrumen kebijakan moneter, tetapi juga oleh kualitas analisis yang dimiliki.
Ia menilai perkembangan dunia yang semakin cepat, meningkatnya jumlah data, perkembangan kecerdasan buatan, serta munculnya risiko global membuat kemampuan membaca sinyal awal ekonomi menjadi sangat penting.
Penguatan UMKM dan Investasi Jadi Perhatian
Menurut Syarief, kemampuan mendeteksi tekanan inflasi, perubahan pola konsumsi masyarakat, dan perubahan sentimen pelaku usaha sebelum tercermin dalam data statistik dapat membantu pemerintah mengambil kebijakan yang lebih cepat dan tepat.
Banggar DPR RI juga menyoroti pentingnya penguatan pembinaan UMKM di Kalimantan Barat.
Dari sekitar 2.000 UMKM potensial di Kalimantan Barat, baru sekitar 249 UMKM yang mendapatkan pendampingan secara intensif.
Oleh karena itu, BI didorong memperluas program pelatihan, pendampingan, dan digitalisasi bagi UMKM.
Program tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing.
Banggar DPR RI juga mendorong penguatan ketahanan pangan melalui kerja sama BI dengan Perum BULOG.
Salah satu langkah yang didorong adalah pembangunan fasilitas penyimpanan beras premium untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan serta mengurangi ketergantungan Kalimantan Barat terhadap pasokan dari luar daerah.
Dalam sektor investasi, BI Kalimantan Barat didorong lebih aktif mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, dan investor melalui forum investasi.
Forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan proyek-proyek yang layak mendapatkan pendanaan.
Potensi Kalimantan Barat di bidang perkebunan, pertanian, perdagangan, logistik, energi, dan kawasan perbatasan dinilai perlu dikembangkan menjadi peluang investasi.
Banggar DPR RI juga mendorong diversifikasi komoditas unggulan selain kelapa sawit, termasuk pengembangan kopi agar struktur ekonomi daerah lebih beragam dan kuat menghadapi perubahan pasar.
Selain itu, edukasi sistem pembayaran digital perlu diperluas kepada UMKM, pedagang pasar tradisional, masyarakat perdesaan, dan wilayah perbatasan.
Banggar DPR RI berharap Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat perannya sebagai pusat analisis ekonomi regional, penggerak stabilitas harga, mitra pengembangan UMKM, serta fasilitator investasi daerah.
- Penulis :
- Leon Weldrick





