
Pantau - Pejabat senior Houthi memperingatkan bahwa sejumlah target penting di Arab Saudi berada dalam jangkauan pasukan kelompok tersebut di tengah meningkatnya ketegangan terkait Bandar Udara Internasional Sanaa dan ancaman respons terhadap upaya menghalangi penerbangan menuju maupun dari bandara itu.
Houthi Sampaikan Ancaman kepada Arab Saudi
Pernyataan tersebut disampaikan Abdullah Al-Naami, anggota Dewan Politik Tertinggi Houthi, kepada stasiun televisi Al Mayadeen pada Minggu (19/7/2026).
Ia menyatakan bahwa Bandar Udara Internasional Sanaa akan menerima penerbangan dari berbagai negara.
Al-Naami memperingatkan bahwa setiap upaya Arab Saudi menghalangi penerbangan menuju atau dari bandara tersebut akan memicu respons dari Houthi.
Ia juga menyatakan bahwa apabila Amerika Serikat bergabung dengan Arab Saudi dalam aksi militer terhadap Yaman, Washington akan menghadapi situasi yang sulit.
Pernyataan itu muncul setelah meningkatnya ketegangan menyusul serangan terhadap landasan pacu Bandar Udara Internasional Sanaa pada Senin (13/7/2026) yang dilakukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional untuk menghalangi pendaratan pesawat Iran yang membawa delegasi senior Houthi sehingga pesawat dialihkan ke Hodeidah.
Ketegangan Regional Terus Meningkat
Kelompok Houthi kemudian mengeklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone ke Bandar Udara Internasional Abha di Arab Saudi.
Pada Jumat (17/7/2026), Yordania mengumumkan inisiatif pembukaan penerbangan komersial reguler antara Amman dan Sanaa.
Langkah tersebut disambut pemerintah Yaman, namun ditolak oleh Houthi.
Konflik di Yaman telah berlangsung sejak akhir 2014 ketika Houthi merebut kendali atas Sanaa, yang kemudian mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer pada tahun berikutnya untuk mendukung
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





