HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Tetap Tempuh Jalur Diplomasi Meski Peluang Damai Hanya Diperkirakan 10 Persen

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Tetap Tempuh Jalur Diplomasi Meski Peluang Damai Hanya Diperkirakan 10 Persen
Foto: (Sumber :Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berbicara selama konferensi pers pada hari kedua Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS yang diadakan di New Delhi, India, pada 15 Mei 2026. Anadolu Agnecy/pri.

Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya tetap mengutamakan jalur perundingan untuk menghindari perang meski peluang mencapai penyelesaian damai diperkirakan hanya sekitar 10 persen di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Iran Nilai Negosiasi Tetap Layak Diperjuangkan

Araghchi mengatakan perundingan tetap dilakukan untuk mencari jalan memenuhi tuntutan Iran sekaligus mencegah konflik bersenjata.

“Perundingan memiliki beberapa tujuan. Salah satunya adalah kemungkinan menemukan cara melalui negosiasi untuk mencapai tuntutan kami dan kami tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan itu,” ungkap Araghchi.

Ia menegaskan peluang keberhasilan yang kecil tidak menjadi alasan untuk menghentikan upaya diplomasi.

“Kami mengatakan bahwa meskipun hanya ada peluang 10 persen untuk mencapai hasil selain perang melalui negosiasi, kami harus memanfaatkan kesempatan itu,” katanya.

Araghchi menambahkan apabila negosiasi tidak membuahkan hasil, Iran setidaknya telah menunjukkan kepada masyarakat internasional, rakyatnya, dan pihak lawan bahwa seluruh jalur damai telah ditempuh.

Ketegangan AS-Iran Kembali Meningkat

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer bersama terhadap Iran pada Februari lalu.

Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak yang menyasar sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.

AS dan Iran sempat mencapai nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan merintis perjanjian damai.

Namun, situasi kembali memanas akibat sengketa di Selat Hormuz yang memicu aksi saling serang antara kedua negara.

Penulis :
Ahmad Yusuf