HOME  ⁄  Geopolitik

Departemen Luar Negeri AS Mengeluarkan Peringatan Keamanan Kedua bagi Warganya di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Departemen Luar Negeri AS Mengeluarkan Peringatan Keamanan Kedua bagi Warganya di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah
Foto: (Sumber :Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py/am..)

Pantau - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keamanan kedua dalam tiga hari terakhir dengan meminta warga negaranya yang berada di kawasan Timur Tengah agar meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya ketegangan dan potensi eskalasi situasi keamanan yang tidak terduga.

Peringatan Keamanan bagi Warga AS

Peringatan tersebut diumumkan melalui situs resmi Departemen Luar Negeri AS pada Selasa (21/7) waktu setempat.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan, "Akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, situasi keamanan masih tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tak terduga. Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, serta bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara secara berkala, dan potensi gangguan perjalanan," demikian bunyi pemberitahuan tersebut.

Departemen itu juga mengingatkan bahwa fasilitas diplomatik Amerika Serikat berpotensi menjadi sasaran serangan.

"Iran dan kelompok-kelompok yang mendukungnya kemungkinan akan menargetkan kepentingan AS lainnya di luar negeri atau di lokasi-lokasi yang berkaitan dengan AS dan warga Amerika di seluruh dunia," lanjut pernyataan tersebut.

Korban Militer AS Bertambah

Peringatan keamanan itu dikeluarkan setelah serangkaian insiden yang menimbulkan korban jiwa dari pihak militer AS di kawasan Timur Tengah.

Dua personel militer AS dilaporkan tewas dan satu lainnya masih dinyatakan hilang setelah serangan Iran yang menargetkan sebuah pangkalan udara di Yordania pada Jumat (17/7).

Sehari kemudian, seorang tentara AS tewas dan satu personel lainnya terluka dalam operasi di Irak utara akibat bahan peledak yang tidak meledak (unexploded ordnance/UXO) dari sebuah drone Iran, menurut Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS.

Pentagon pada Senin (20/7) mengumumkan jumlah korban jiwa dari pihak militer AS akibat serangan Iran telah bertambah menjadi hampir 100 orang dalam dua pekan terakhir.

Penulis :
Ahmad Yusuf