
Pantau - Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (Federal Communications Commission/FCC) meminta masukan dari berbagai pihak terkait kemungkinan pelarangan impor atau penjualan drone militer buatan luar negeri sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan rantai pasok industri drone.
FCC Buka Konsultasi Publik
FCC pada Selasa (21/7) mengumumkan langkah untuk memperkuat keamanan rantai pasok melalui penerbitan pemberitahuan publik mengenai usulan larangan tersebut.
Dalam pernyataannya, FCC mengungkapkan, “Komisi telah menerbitkan Pemberitahuan Publik yang meminta tanggapan mengenai apakah impor atau penjualan untuk penggunaan non-pemerintah AS atas drone kelas militer buatan luar negeri yang masuk dalam Daftar Tercakup harus dilarang, termasuk swarming drones dan drone yang dilengkapi teknologi inframerah.”
FCC juga meminta informasi mengenai jumlah perangkat yang telah diimpor dan siap dipasarkan serta jumlah model yang masih dalam perjalanan atau menunggu pengiriman.
Komisi turut meminta data mengenai jumlah drone yang telah tercakup dalam perjanjian distribusi, pemasaran, atau penjualan tetapi belum memasuki rantai pasok.
Larangan Tidak Berlaku untuk Produk Tertentu
Menurut pemberitahuan FCC, usulan larangan tidak akan berlaku bagi sistem pesawat nirawak dan komponen utamanya yang diproduksi di dalam negeri.
Pengecualian juga diberikan untuk impor atau penjualan sistem nirawak yang digunakan oleh pemerintah federal Amerika Serikat.
Selain itu, pengecualian berlaku bagi sistem nirawak yang diimpor atau dijual untuk keperluan pengujian komersial dan pengembangan produk.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





