
Pantau - Pemerintah China berharap eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran tidak berlanjut serta menyerukan penghentian pertempuran demi menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis (23/7), menyusul meningkatnya aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.
China Serukan Gencatan Senjata dan Jalur Diplomasi
Lin Jian mengatakan, "China sangat prihatin dengan eskalasi terbaru di kawasan Timur Tengah dan Teluk. Kami siap untuk terus bertindak berdasarkan empat usulan yang disampaikan oleh Presiden Xi Jinping, melakukan upaya lebih lanjut guna memfasilitasi penghentian pertempuran, serta bekerja tanpa henti untuk meredakan situasi dan memulihkan perdamaian di kawasan tersebut."
Ia mengungkapkan bahwa hasil perundingan damai harus dihormati meski situasi kembali memanas setelah pasukan Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan ke Iran sejak 8 Juli.
"Hasil negosiasi tidak dicapai dengan mudah, pertempuran lebih lanjut tidak menguntungkan siapa pun, serta kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah negara-negara di kawasan tersebut harus dihormati dan dijunjung tinggi," ungkapnya.
Lin Jian juga menyerukan seluruh pihak agar tetap menahan diri, menghentikan permusuhan, melanjutkan komunikasi, serta menyelesaikan sengketa melalui jalur politik dan diplomatik demi tercapainya gencatan senjata yang menyeluruh dan permanen.
Serangan Berlanjut di Tengah Memanasnya Konflik
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan terhadap Iran merupakan respons atas tindakan Teheran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah sehingga Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara kedua negara tidak lagi berlaku.
Pada Rabu (22/7) malam, CENTCOM mengumumkan telah menyelesaikan rangkaian serangan baru yang menargetkan fasilitas militer Iran, termasuk kemampuan maritim, gudang rudal dan drone, pos pengawasan pesisir, serta sistem pertahanan udara.
"Serangan-serangan tersebut semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal-kapal komersial," demikian pernyataan CENTCOM.
CENTCOM juga menyebut telah mengalihkan rute sembilan kapal komersial dan melumpuhkan satu kapal untuk mencegah aktivitas keluar masuk pelabuhan Iran, sementara lebih dari 50.000 personel militer Amerika Serikat tetap disiagakan di kawasan Timur Tengah.
Media pemerintah Iran melaporkan serangan rudal Amerika Serikat menghantam sejumlah lokasi di Ahvaz, Ramshir, Andimeshk, serta pembangkit listrik di dekat fasilitas nuklir Bushehr yang mengakibatkan dua orang tewas di Kota Shalamcheh.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi juga menegaskan sikap negaranya melalui media sosial X dengan menyatakan, "Setiap agresi terhadap Iran, termasuk infrastruktur kami, akan dibalas dengan respons yang kuat dan tegas."
- Penulis :
- Aditya Yohan





