HOME  ⁄  Geopolitik

Wang Yi Tegaskan Sengketa Laut China Selatan Tidak Boleh Menghambat Hubungan China-ASEAN

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wang Yi Tegaskan Sengketa Laut China Selatan Tidak Boleh Menghambat Hubungan China-ASEAN
Foto: (Sumber :Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian (ANTARA/Desca Lidya Natalia).)

Pantau - Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan bahwa isu Laut China Selatan tidak boleh menghambat hubungan antara China dan negara-negara ASEAN saat menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri China-ASEAN di Manila, Filipina.

Wang Yi menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu (22/7), sebagaimana disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis (23/7).

China Dorong Perdamaian dan Percepatan Kode Etik

Lin Jian mengatakan, "Menteri Luar Negeri Wang Yi menyampaikan bahwa Laut China Selatan merupakan rumah bersama bagi negara-negara kawasan, dan isu Laut China Selatan tidak boleh menjadi hambatan dalam hubungan China-ASEAN."

Ia mengungkapkan bahwa China dan negara-negara ASEAN memiliki kemampuan untuk mengelola persoalan tersebut sehingga perdamaian, stabilitas, kerja sama, dan persahabatan tetap menjadi fokus utama di kawasan.

Lin Jian menegaskan, "China siap bekerja sama dengan negara-negara ASEAN untuk menghilangkan gangguan dan mempercepat konsultasi mengenai Kode Etik Laut China Selatan (Code of Conduct atau COC)."

Pernyataan itu disampaikan beberapa hari setelah insiden saling serang antara Penjaga Pantai China dan personel militer Filipina di gugus karang Ren'ai Jiao atau Beting Ayungin pada Senin (20/7), yang mendorong Filipina memanggil Duta Besar China.

Wang Yi Paparkan Capaian dan Usulan Kerja Sama

Lin Jian mengungkapkan bahwa Wang Yi juga memaparkan berbagai pencapaian Kemitraan Strategis Komprehensif China-ASEAN selama lima tahun terakhir.

"Ia mengatakan Protokol Peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas China–ASEAN 3.0 telah resmi ditandatangani, volume perdagangan antara China dan ASEAN terus meningkat selama bertahun-tahun, menjadikan China dan ASEAN sebagai mitra dagang terbesar satu sama lain selama enam tahun berturut-turut," ungkapnya.

Selain mencatat peningkatan kerja sama ekonomi, Wang Yi juga menyoroti solidaritas China dan ASEAN dalam menghadapi bencana alam serta semakin eratnya hubungan antarmasyarakat kedua pihak.

Wang Yi turut mengajukan empat usulan untuk memperkuat hubungan China-ASEAN, yakni menjaga perdamaian kawasan, memperkuat ketahanan pembangunan regional, mendorong pembangunan hijau dan berbasis inovasi, serta memastikan manfaat kerja sama dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Pertemuan di Manila juga mengesahkan Pernyataan Bersama Menteri Luar Negeri China-ASEAN mengenai penanganan dampak perkembangan situasi Timur Tengah terhadap kawasan dan penguatan kerja sama energi regional.

Di sela-sela agenda tersebut, Wang Yi menggelar pertemuan bilateral dengan sejumlah menteri luar negeri negara mitra, termasuk Amerika Serikat, Australia, Malaysia, India, Filipina, Vietnam, Brasil, Mesir, Bangladesh, Brunei Darussalam, Papua Nugini, dan Inggris.

Lin Jian mengatakan, "Karena alasan penjadwalan, Menlu Wang Yi tidak dapat berpartisipasi dalam seluruh proses pertemuan menteri luar negeri China-ASEAN. Pejabat senior Tiongkok akan menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN Plus Three, KTT Asia Timur, dan Pertemuan Menteri Luar Negeri Forum Regional ASEAN atas nama Menlu Wang Yi."

Ia juga menyebut tidak ada pertemuan bilateral antara Wang Yi dan perwakilan Jepang dalam rangkaian pertemuan di Manila.

Penulis :
Aditya Yohan