HOME  ⁄  Geopolitik

PM Irak Perintahkan Rapat Darurat Usai Serangan Udara Gabungan AS dan Arab Saudi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

PM Irak Perintahkan Rapat Darurat Usai Serangan Udara Gabungan AS dan Arab Saudi
Foto: Perdana Menteri (PM) Irak Ali al-Zaidi saat bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Teheran, Iran, pada Kamis 23/7/2026 (sumber: Anadolu/HO-Iranian Presidency)

Pantau - Perdana Menteri (PM) Irak Ali al-Zaidi memerintahkan rapat darurat Dewan Menteri untuk Keamanan Nasional setelah serangan udara gabungan oleh Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi menggempur wilayah Irak pada Rabu dini hari.

Perintah tersebut disampaikan melalui Satuan Media Keamanan Irak.

Ali al-Zaidi yang juga menjabat sebagai panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Irak menginstruksikan Dewan Menteri untuk Keamanan Nasional agar segera menggelar rapat sebagai respons atas perkembangan situasi keamanan dan serangan udara yang terjadi di Irak.

Pemerintah Irak menyatakan pernyataan resmi mengenai perkembangan situasi serta keputusan yang diambil dalam rapat akan diumumkan setelah pertemuan selesai.

Serangan Gabungan AS dan Arab Saudi

Rapat darurat digelar setelah Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan gabungan AS dan Arab Saudi melancarkan serangan presisi terhadap kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran di Irak.

Menurut CENTCOM, operasi tersebut menargetkan lokasi-lokasi yang diklaim terkait dengan serangan terhadap pasukan AS dan infrastruktur energi Arab Saudi.

CENTCOM menyatakan jet tempur AS dan Arab Saudi menyerang sejumlah fasilitas logistik dan gudang senjata di wilayah Irak timur.

CENTCOM menyebut serangan itu merupakan respons atas lebih dari 30 serangan pesawat nirawak yang diduga diarahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran dalam kurun waktu 72 jam sebelumnya.

PMF Laporkan Korban dan Kerusakan

Sementara itu, Pasukan Mobilisasi Populer (Popular Mobilization Forces/PMF), koalisi kelompok bersenjata Syiah yang mayoritas didukung Iran, menyatakan sejumlah markas mereka menjadi sasaran serangan.

PMF melaporkan serangan tersebut mengakibatkan korban tewas.

PMF juga menyebut terdapat korban luka-luka akibat serangan.

Selain korban jiwa dan luka-luka, PMF menyatakan serangan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas.

Penulis :
Arian Mesa