HOME  ⁄  Geopolitik

Senat Amerika Serikat Lanjutkan Pembahasan RUU Sanksi Tambahan terhadap Rusia dan Iran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Senat Amerika Serikat Lanjutkan Pembahasan RUU Sanksi Tambahan terhadap Rusia dan Iran
Foto: (Sumber :Ilustrasi kantor anggota parlemen AS, gedung Capitol, Washington DC, AS. /ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Senat Amerika Serikat menyetujui mosi untuk melanjutkan pembahasan rancangan undang-undang (RUU) yang mengatur pemberlakuan sanksi tambahan terhadap Rusia dan Iran setelah memperoleh dukungan lebih dari 50 persen anggota senat yang hadir.

RUU Masuk Tahap Pembahasan Resmi

Persetujuan tersebut diperoleh melalui pemungutan suara prosedural kedua yang memungkinkan RUU masuk ke tahap pembahasan resmi di Senat.

Pada tahap berikutnya, para senator dapat mengajukan amendemen sebelum dilakukan pemungutan suara prosedural lanjutan yang mensyaratkan sedikitnya 60 suara untuk menerapkan cloture, yakni mekanisme parlementer guna mengakhiri perdebatan dan melanjutkan ke pemungutan suara akhir yang hanya memerlukan mayoritas sederhana.

Apabila disetujui Senat, RUU tersebut akan dikirim ke Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat untuk dibahas lebih lanjut.

Pemungutan suara tersebut menjadi tahapan prosedural kedua terhadap RUU yang sama dalam kurun waktu kurang dari 24 jam setelah sebelumnya Senat melakukan pemungutan suara untuk mengakhiri perdebatan mengenai mosi melanjutkan pembahasan RUU tersebut.

Atur Tarif hingga Sanksi terhadap Lembaga Keuangan Rusia

Berdasarkan tinjauan dan kutipan RIA Novosti, RUU yang dirilis pada awal Juli itu mengatur penurunan usulan tarif terhadap lima pembeli terbesar minyak dan gas Rusia dari 500 persen menjadi 100 persen.

RUU tersebut juga mengusulkan tarif bea masuk sebesar 500 persen terhadap seluruh barang impor dari Rusia ke Amerika Serikat.

Selain itu, dokumen tersebut mengusulkan sanksi terhadap Bank Sentral Rusia, Sberbank, VTB, dan Gazprombank.

Pada Selasa (14/7), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahannya tengah menelaah RUU tersebut yang menurutnya memiliki peluang besar untuk disahkan oleh Kongres Amerika Serikat.

Trump menyebut langkah tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang Senator Lindsey Graham.

Penulis :
Aditya Yohan