
Pantau - Pemerintah Kuba menyatakan lebih dari 7.000 kontainer kargo berisi makanan, obat-obatan, pasokan air minum, dan kebutuhan perbaikan jaringan energi tertahan di pelabuhan internasional akibat sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat.
Kuba Nilai Sanksi Perburuk Kondisi Ekonomi
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan Luar Negeri Kuba Oscar Perez-Oliva Fraga mengatakan seluruh kontainer tersebut dibeli secara legal sesuai peraturan perdagangan internasional.
Fraga menyatakan penundaan pengiriman terjadi seiring meningkatnya tekanan Amerika Serikat terhadap Kuba sejak awal tahun di atas kebijakan yang disebutnya sebagai "pengepungan energi".
Ia juga menuduh kebijakan Amerika Serikat setara dengan "hukuman kolektif" terhadap rakyat Kuba.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez pada awal Juli menyatakan embargo Amerika Serikat terhadap Kuba merupakan "tindakan perang" yang menyebabkan kesulitan besar bagi masyarakat.
AS dan Kuba Berbeda Pandangan
Kuba saat ini menghadapi krisis ekonomi yang telah berlangsung selama enam tahun dengan kondisi pemadaman listrik, kekurangan barang kebutuhan pokok, penurunan produksi, inflasi tinggi, dan pelemahan nilai mata uang peso.
Pemerintah Kuba secara konsisten menyatakan sanksi Amerika Serikat menjadi penyebab utama kesulitan ekonomi yang dialami negara tersebut.
Di sisi lain, Amerika Serikat menyatakan kebijakan sanksi yang diterapkan ditujukan kepada Pemerintah Kuba dan berbagai entitas yang berafiliasi dengannya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



