
Pantau - Arab Saudi menggelar pertemuan dengan perwakilan lebih dari 50 negara guna membahas pembentukan koalisi pertahanan maritim multinasional untuk memperkuat keamanan di Laut Merah, Teluk Oman, dan Selat Bab El-Mandeb.
Pertemuan yang berlangsung pada Kamis itu juga dihadiri para kepala pertahanan negara sahabat serta perwakilan Uni Eropa.
Koalisi Didorong Perkuat Keamanan Jalur Pelayaran
Inisiatif pembentukan koalisi diajukan Arab Saudi setelah kelompok Houthi di Yaman menyerang kapal-kapal Saudi di Laut Merah dan Selat Bab El-Mandeb sebagai balasan atas blokade terhadap Yaman.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan pembentukan koalisi bertujuan meningkatkan kerja sama pertahanan sekaligus melindungi jalur pelayaran di kawasan strategis tersebut.
Arab Saudi juga menyatakan siap menjadi lokasi markas koalisi apabila pembentukannya terealisasi.
Sebanyak 14 negara, termasuk Turkiye, Mesir, dan Pakistan, menerbitkan pernyataan bersama yang mendukung pembentukan koalisi pertahanan maritim multinasional tersebut.
Ketegangan Regional Masih Berlanjut
Pada 20 Juli, Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap kapal-kapal Saudi sebagai respons atas blokade yang diberlakukan Arab Saudi terhadap Yaman.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi pada Senin juga menuduh kelompok bersenjata pro-Iran di Irak berupaya menyerang fasilitas minyak di Riyadh dan wilayah timur negara itu.
Kelompok yang tergabung dalam aliansi “Perlawanan Islam di Irak” membantah terlibat dalam serangan tersebut dan mengeklaim Arab Saudi enggan mengakui bahwa serangan dilakukan Houthi.
Houthi kemudian mengonfirmasi telah menyerang fasilitas yang mendukung ekspor minyak dari ladang-ladang di wilayah timur Arab Saudi hingga Pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



