HOME  ⁄  Geopolitik

Bentrokan Warga dan Imigran Ilegal Pecah di Ceuta di Tengah Memanasnya Krisis Migrasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bentrokan Warga dan Imigran Ilegal Pecah di Ceuta di Tengah Memanasnya Krisis Migrasi

Pantau - Krisis migrasi di Ceuta, kota otonom Spanyol di kawasan Afrika Utara, memicu bentrokan antara warga dan imigran ilegal asal Maroko di tengah meningkatnya ketegangan akibat lonjakan arus migran, menurut laporan media setempat dan video yang beredar di media sosial.

Seorang blogger Spanyol, David Santos, mengunggah video di platform X yang memperlihatkan aksi kejar-kejaran antara warga dan para imigran di jalanan.

David Santos menyebut warga keturunan Maroko yang telah lama menetap di kawasan El Príncipe juga ikut mengusir para migran yang berusaha memasuki Ceuta secara ilegal.

Ketegangan Meningkat di Ceuta

Media lokal Ceuta Actualidad melaporkan terbentuknya grup WhatsApp bernama "Viva España" yang telah memiliki lebih dari 800 anggota.

Menurut laporan tersebut, sejumlah anggota grup mengusulkan untuk melakukan pergerakan dan "memukuli para migran dengan tongkat."

Presiden Partai Andalusi Dris Mohamed mengatakan kepada stasiun radio Cadena SER bahwa sekelompok pemuda kedapatan memukuli orang-orang yang baru memasuki Ceuta.

Ia mengecam aksi main hakim sendiri tersebut, meski mengaku memahami keresahan yang dirasakan masyarakat setempat.

Stasiun radio Cadena SER juga melaporkan sejumlah toko ditutup sementara karena alasan keamanan.

Aparat Dikerahkan Amankan Situasi

Kepolisian nasional dan kepolisian daerah mengerahkan personel di berbagai titik untuk mencegah pencurian dan kerusuhan di tengah meningkatnya ketakutan warga.

Sebelumnya, Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas menyatakan sekitar 60 ribu orang dari Maroko memasuki Ceuta dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Sementara itu, surat kabar El Pais melaporkan sebanyak 57 migran meninggal dunia saat mencoba menyeberang menuju Ceuta.

Penulis :
Ahmad Yusuf