
Pantau - Sebanyak 76 persen warga Jepang mendukung penegakan tiga prinsip non-nuklir, yakni tidak memproduksi, memiliki, atau mengizinkan senjata nuklir di wilayah negaranya, berdasarkan hasil jajak pendapat yang dipublikasikan media Jepang.
Dukungan Kuat terhadap Kebijakan Non-Nuklir
Survei tersebut juga menunjukkan 77 persen responden menolak skema nuclear sharing atau penempatan senjata nuklir Amerika Serikat di Jepang untuk operasi bersama.
Hasil survei menegaskan kuatnya sentimen anti-nuklir di Jepang sebagai satu-satunya negara yang pernah mengalami serangan bom atom di masa perang, di tengah meningkatnya perdebatan mengenai kemungkinan revisi tiga prinsip non-nuklir.
Sebanyak 55 persen responden mendukung Jepang bergabung dengan Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir menjelang konferensi peninjauan pertamanya pada November, meski angka tersebut turun lima poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, 42 persen responden menolak keikutsertaan Jepang dalam perjanjian tersebut, dengan 56 persen di antaranya menilai perjanjian itu tidak akan mampu menghapus senjata nuklir secara efektif.
Sikap terhadap Konflik Internasional dan Ekspor Senjata
Survei juga mencatat 90 persen responden menentang aksi militer Amerika Serikat terhadap Iran dan Venezuela.
Sebanyak 44 persen responden menilai pemerintah Jepang seharusnya menyampaikan keprihatinan atas serangan Amerika Serikat terhadap Iran, sedangkan 34 persen menganggap sikap pemerintah yang tidak mendukung maupun mengkritik serangan tersebut sudah tepat.
Sebanyak 63 persen responden menilai ada kemungkinan besar atau sedang bahwa senjata nuklir akan digunakan dalam perang dalam 10 tahun mendatang, sementara 33 persen menilai Jepang berpotensi terlibat perang dalam periode yang sama.
Survei menunjukkan 86 persen responden memandang Jepang sebagai negara yang cinta damai, dengan 31 persen di antaranya menilai penguatan diplomasi damai menjadi langkah penting untuk mempertahankan status tersebut.
Terkait pencabutan larangan ekspor senjata mematikan oleh pemerintah pada April, sebanyak 36 persen responden menilai ekspor sebaiknya tetap dibatasi hanya untuk peralatan nonmematikan, sedangkan gabungan 53 persen menginginkan larangan dipertahankan atau kebijakan tersebut ditinjau kembali.
Survei yang melibatkan 3.000 responden berusia 18 tahun ke atas itu dilaksanakan pada Juni hingga Juli oleh organisasi jajak pendapat nasional yang dibentuk Kyodo News bersama para anggotanya.
- Penulis :
- Gerry Eka



