
Pantau - Belgia untuk pertama kalinya sejak pecahnya krisis Timur Tengah sepenuhnya bergantung pada impor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dari Rusia yang diangkut melalui kapal tanker sepanjang Juli 2026.
Laporan kantor berita Belga yang dikutip RIA Novosti menyebut ketergantungan tersebut hanya berlaku untuk pasokan LNG melalui kapal tanker, sementara Belgia masih menerima pasokan gas alam melalui jaringan pipa dari Norwegia dan Inggris.
Rusia Jadi Satu-satunya Pemasok LNG
Berdasarkan data yang tersedia, total pasokan LNG ke Belgia pada Juli 2026 turun lebih dari 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Rusia menjadi satu-satunya pemasok LNG ke Belgia selama Juli dengan volume ekspor sekitar 0,4 juta ton.
Laporan tersebut juga menyebut perusahaan-perusahaan Eropa pada musim panas ini hampir tidak membeli tambahan LNG untuk mengisi fasilitas penyimpanan bawah tanah menjelang musim dingin karena harga energi masih tinggi.
Gangguan Pasokan Picu Kekhawatiran
Situasi tersebut dinilai berpotensi memicu krisis energi apabila cadangan gas tidak mencukupi saat kebutuhan pemanasan meningkat pada musim dingin.
Tahun lalu Belgia masih mengimpor LNG dari Rusia dan negara lain, termasuk Qatar yang menyumbang sekitar 16 persen dari total impor LNG Belgia.
Namun, memburuknya situasi di Timur Tengah menyebabkan pasokan dari Qatar terhambat.
Meningkatnya ketegangan di sekitar Iran juga membuat Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan LNG dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, secara de facto terblokade sehingga mendorong kenaikan harga energi internasional.
LNG tetap memegang peranan penting dalam bauran energi Belgia untuk memenuhi kebutuhan industri dan pembangkit listrik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



