HOME  ⁄  Geopolitik

Kanadevia Inova Bangun PLTSa Perdana di Afrika Lewat Proyek Konsesi 33,5 Tahun di Maroko

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kanadevia Inova Bangun PLTSa Perdana di Afrika Lewat Proyek Konsesi 33,5 Tahun di Maroko
Foto: (Sumber :Ilustrasi fasilitas terintegrasi pengolahan sampah menjadi energi di Casablanca, yang memadukan infrastruktur pengolahan sampah, pembangkitan energi terbarukan, dan pengelolaan tempat pembuangan akhir.)

Pantau - Kanadevia Inova AG menandatangani perjanjian konsesi selama 33,5 tahun untuk membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) pertamanya di Afrika yang berlokasi di Casablanca, Maroko, sebagai upaya mendukung pengelolaan sampah dan penyediaan energi terbarukan.

Proyek PLTSa Berkapasitas 126 MWe

Proyek tersebut akan dijalankan bersama perusahaan energi Maroko Nareva dan ITOCHU Corporation.

Kanadevia Inova akan membentuk Special Purpose Company (SPC) untuk melaksanakan proyek sekaligus menangani pekerjaan Engineering, Procurement and Construction (EPC) serta pemeliharaan jangka panjang.

Fasilitas akan dibangun di dekat tempat pembuangan sampah Médiouna yang merupakan salah satu lokasi pembuangan sampah terbesar di Afrika.

PLTSa tersebut dirancang mampu mengolah sekitar 1,5 juta ton sampah setiap tahun dengan kapasitas pembangkit listrik sekitar 126 MWe.

Operasi komersial fasilitas ditargetkan dimulai pada Juni 2030.

Dilengkapi Teknologi Modern dan Penangkapan Karbon

Fasilitas akan menggunakan sistem pembakaran dan boiler skala besar milik Kanadevia Inova serta sistem kontrol pembakaran otomatis Autaro™.

Proyek juga mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 50 MW, fasilitas pemulihan gas tempat pembuangan akhir berkapasitas 4 MW, serta unit pengolahan lindi.

Perusahaan memperkirakan fasilitas tersebut mampu menghasilkan sekitar 1 TWh listrik per tahun atau setara dengan kebutuhan listrik tahunan sekitar satu juta penduduk.

PLTSa itu juga telah dirancang agar dapat mendukung penerapan teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) pada masa mendatang.

Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penangkapan, pemanfaatan, atau penyimpanan karbon dioksida dari gas buang.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf