HOME  ⁄  Geopolitik

TNI AL dan Angkatan Laut China Menuntaskan Latihan Bersama di Timur Taiwan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

TNI AL dan Angkatan Laut China Menuntaskan Latihan Bersama di Timur Taiwan
Foto: (Sumber :Kapal Honghe dan kapal fregat KRI I Gusti Ngurah Rai-332 melaksanakan latihan manuver pelayaran dalam formasi di perairan sebelah timur Taiwan pada Rabu (12/8/2026). ANTARA/HO-Kementerian Pertahanan China..)

Pantau - TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China menuntaskan latihan pelayaran bersama di perairan sebelah timur Pulau Taiwan pada Rabu (12/8/2026).

Latihan melibatkan fregat KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan kapal Angkatan Laut China Honghe dengan sejumlah materi, mulai dari komunikasi di laut hingga manuver formasi dan pengisian perbekalan.

Kementerian Pertahanan China menyatakan seluruh materi latihan yang telah direncanakan berhasil diselesaikan kedua kapal.

Kedua Kapal Jalani Manuver hingga Pengisian Perbekalan

"Pada Rabu pagi, 12 Agustus 2026, kapal Angkatan Laut China Honghe dan fregat "Rai" milik Angkatan Laut Indonesia berhasil menyelesaikan seluruh materi latihan yang telah direncanakan di perairan sebelah timur Pulau Taiwan. Dengan demikian, latihan pelayaran bersama di laut tersebut resmi berakhir," demikian keterangan Kementerian Pertahanan China.

Setelah tiba di wilayah latihan, kedua kapal membentuk formasi dan menjalankan materi komunikasi di laut, manuver formasi, pengisian perbekalan, serta upacara pemisahan formasi.

Awak kapal Honghe menggunakan sejumlah metode komunikasi, termasuk kode singkat sinyal taktis khusus dan bahasa bendera isyarat, untuk berkomunikasi serta menyampaikan instruksi kepada KRI I Gusti Ngurah Rai-332.

Kementerian Pertahanan China menyebut kedua kapal mampu bermanuver dan berkoordinasi hingga seluruh sasaran latihan selesai dilaksanakan.

"Latihan pelayaran bersama di laut antara China dan Indonesia kali ini sepenuhnya menunjukkan keinginan positif serta kemampuan kedua pihak untuk bertindak melalui kerja sama yang pragmatis dan bersama-sama menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan," demikian disebut dalam keterangan tersebut.

TNI AL Sebut Passex Bagian Diplomasi Maritim

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan latihan lintas laut atau Passing Exercise (Passex) dengan Angkatan Laut PLA merupakan bagian dari diplomasi maritim dalam perjalanan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 kembali ke Indonesia.

"Passing Exercise (Passex) merupakan 'goodwill engagement' yang umum dilakukan angkatan laut dunia sebagai wujud 'naval brotherhood' serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang," kata Tunggul.

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 menjalani Passex tersebut dalam perjalanan pulang setelah menyelesaikan latihan bersama Angkatan Laut Rusia di Vladivostok.

"Selama perjalanan lintas laut KRI GNR-332 menuju Tanah Air akan melaksanakan Passex dengan negara-negara yang akan dilewati," katanya.

Menurut Tunggul, kegiatan itu sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan membuka peluang kerja sama saling menguntungkan dengan berbagai negara.

"Indonesia berpeluang membangun kerja sama menguntungkan dengan negara mana pun termasuk giat Passex dengan sejumlah negara," katanya.

Lokasi latihan berada di perairan sebelah timur Taiwan yang menghadap Samudra Pasifik dan Laut Filipina, bukan di sekitar wilayah Indonesia maupun Laut China Selatan.

Penulis :
Aditya Yohan