
Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan serangan udara yang terjadi di kawasan berpenduduk di Jalur Gaza berisiko meningkatkan dampak buruk terhadap warga sipil di tengah berlanjutnya operasi kemanusiaan.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan sedikitnya tiga serangan udara terjadi sejak Rabu (12/8).
Salah satu serangan tersebut dilaporkan terjadi di dekat Rumah Sakit Al-Amal di Khan Younis.
Peringatan mengenai risiko terhadap warga sipil itu disampaikan OCHA pada Kamis (13/8).
Bantuan Pangan Disalurkan kepada Puluhan Ribu Keluarga
PBB bersama mitra kemanusiaannya tetap menjalankan operasi penyaluran bantuan kepada masyarakat Gaza di tengah situasi keamanan tersebut.
Selama sembilan hari pertama Agustus, mitra kemanusiaan menyalurkan bantuan pangan bulanan kepada hampir 60.000 rumah tangga.
Setiap rumah tangga menerima tiga paket bantuan serta satu karung tepung dengan berat 25 kilogram.
OCHA menyebut hampir 700.000 porsi makanan disajikan setiap hari melalui lebih dari 1.000 lokasi di seluruh Jalur Gaza.
Lebih dari 24 toko roti bersubsidi juga memproduksi sekitar 100.000 paket roti dengan berat masing-masing 2 kilogram setiap hari bagi warga yang membutuhkan.
Mitra kemanusiaan turut menyediakan hunian darurat dan berbagai kebutuhan lainnya kepada lebih dari 3.300 rumah tangga, termasuk melalui sistem voucer.
"Diperlukan lebih banyak pendanaan serta izin untuk mendatangkan perlengkapan hunian sementara yang lebih tahan lama," kata OCHA.
PBB Edukasi Warga soal Bahaya Bahan Peledak
Selain memenuhi kebutuhan pangan dan tempat tinggal, mitra kemanusiaan PBB melakukan upaya perlindungan terhadap masyarakat dari benda-benda peledak yang dapat membahayakan keselamatan.
Area-area berbahaya ditandai, sementara warga mendapat edukasi agar lebih waspada terhadap keberadaan benda peledak.
Lebih dari 15.000 orang mengikuti sesi peningkatan kesadaran mengenai bahaya bahan peledak dalam sepekan terakhir.
Operasi kemanusiaan tersebut terus dilakukan ketika serangan udara di kawasan berpenduduk masih menjadi ancaman bagi keselamatan warga sipil di Jalur Gaza.
- Penulis :
- Aditya Yohan



