HOME  ⁄  Geopolitik

Iran dan Oman Menyepakati Peta Rute Pelayaran Selat Hormuz setelah Perundingan Intensif

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Iran dan Oman Menyepakati Peta Rute Pelayaran Selat Hormuz setelah Perundingan Intensif
Foto: Arsip foto - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menjawab pertanyaan pers mengenai agenda kebijakan luar negeri negaranya dan perkembangan kawasan saat menggelar konferensi pers mingguan di Teheran, Iran, pada 17 Februari 2025.

Pantau - Iran dan Oman mencapai kesepakatan mengenai peta rute pelayaran di Selat Hormuz setelah kedua negara menjalani perundingan teknis intensif untuk menjamin keselamatan pelayaran di jalur strategis tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Iran dan Oman sebagai dua negara pesisir yang berbatasan dengan Selat Hormuz telah melakukan perundingan intensif selama tiga bulan.

Perundingan dimulai setelah penandatanganan nota kesepahaman atau MoU pada 18 Juni yang mengatur pembentukan jalur pelayaran aman di Selat Hormuz.

“Terlepas dari hambatan Amerika Serikat, pembicaraan telah mencapai kemajuan positif selama tiga pekan terakhir dan kesepakatan telah dicapai mengenai peta rute pelayaran,” kata Baghaei kepada Defa Press, Sabtu (15/8/2026).

Iran dan Oman Masih Membahas Sejumlah Persoalan

Kesepakatan mengenai peta rute pelayaran merupakan hasil koordinasi yang dipimpin Kementerian Luar Negeri Iran dengan melibatkan otoritas pertahanan, keamanan, dan lingkungan.

Iran dan Oman masih membahas sejumlah persoalan yang belum diselesaikan, termasuk pernyataan bersama yang akan diterbitkan Teheran dan Muscat.

“Pertukaran antara kedua negara akan terus berlanjut hingga proses tersebut selesai,” ujar Baghaei.

Baghaei menegaskan pengaturan tersebut merupakan kesepakatan independen Iran dan Oman sebagai negara pesisir untuk menjamin keselamatan pelayaran dengan tetap menghormati kedaulatan kedua negara.

Iran Kaitkan Normalisasi Pelayaran dengan Tindakan AS

Baghaei mengatakan pemulihan keamanan sepenuhnya dan normalisasi pelayaran komersial di Selat Hormuz bergantung pada penghentian tindakan Amerika Serikat yang disebut Iran ilegal, termasuk ancaman militer dan blokade laut.

Iran juga menuntut kompensasi atas pelanggaran komitmen yang disebut dilakukan Amerika Serikat selama dua bulan terakhir.

Perundingan Iran dan Oman tersebut merupakan bagian dari negosiasi teknis yang diluncurkan berdasarkan MoU Iran-AS yang menugaskan Teheran dan Muscat menyusun kerangka baru untuk mengatur pelayaran di Selat Hormuz.

Teheran berulang kali menyatakan keputusan membuka kembali jalur perairan strategis tersebut tetap bergantung pada pemenuhan kewajiban Amerika Serikat berdasarkan nota kesepahaman.

Penulis :
Gerry Eka