
Pantau - Delapan negara, termasuk Indonesia, mengecam penolakan Israel terhadap peta jalan perdamaian Gaza dan menyatakan keputusan tersebut menghambat upaya mewujudkan perdamaian di wilayah tersebut.
Delapan negara itu terdiri atas Mesir, Qatar, Yordania, Uni Emirat Arab, Indonesia, Pakistan, Turkiye, dan Arab Saudi.
Para menteri luar negeri dari delapan negara tersebut menyampaikan sikap bersama terkait penolakan Israel terhadap rencana perdamaian yang didukung Amerika Serikat.
Delapan Negara Desak Israel Patuhi Rencana Perdamaian
Dalam pernyataan bersama, para menteri luar negeri menyebut penolakan tersebut membuat Israel bertanggung jawab karena menghambat upaya mewujudkan perdamaian di Gaza.
Para menteri luar negeri juga mendesak Israel mematuhi peta jalan perdamaian tersebut.
Mereka menyatakan peta jalan itu menjadi tonggak penting bagi proses penonaktifan senjata yang dilakukan bersamaan dengan penarikan pasukan Israel.
Rencana tersebut juga mencakup pengerahan pasukan stabilisasi internasional dan pengalihan kewenangan administratif kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza.
Pembangunan kembali Gaza turut menjadi bagian dalam peta jalan perdamaian tersebut.
Netanyahu Menolak Tarik Pasukan Israel dari Gaza
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada awal Agustus 2026 menyatakan negaranya menolak peta jalan perdamaian yang didukung Amerika Serikat tersebut.
Netanyahu juga menyatakan Israel tidak akan menarik pasukannya dari Gaza hingga Hamas sepenuhnya dilucuti senjatanya.
Sikap itu kemudian mendapat kecaman dari delapan negara yang mendorong pelaksanaan peta jalan sebagai bagian dari proses perdamaian Gaza.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



