
Pantau - Iran menegaskan tidak menginginkan gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat (AS) dan meminta konflik kedua negara dihentikan secara menyeluruh agar serangan tidak kembali terjadi beberapa bulan kemudian.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan sikap tersebut pada Selasa (18/8/2026) setelah sejumlah negara menawarkan diri untuk menjadi mediator antara Teheran dan Washington.
“Beberapa negara telah menawarkan untuk menjalin hubungan dan menjadi mediator. Jawaban kami kepada mereka semua sangat jelas: kami tidak menginginkan gencatan senjata, kami membutuhkan perang ini berakhir,” kata Araghchi seperti dikutip kantor berita Fars.
Araghchi menilai kesepakatan sementara tidak cukup apabila konflik kembali pecah setelah beberapa bulan.
“Kami tidak membutuhkan perang 12 hari yang berakhir dengan gencatan senjata, tetapi kemudian terulang kembali beberapa bulan kemudian,” tambahnya.
Konflik Iran-AS Kembali Memanas
Teheran dan Washington sebelumnya menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari pada malam menjelang 18 Juni 2026.
Namun, Presiden AS Donald Trump pada 8 Juli 2026 mengumumkan bahwa gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku.
Pasukan AS kemudian melancarkan sejumlah rangkaian serangan terhadap Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan itu merupakan respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Pasukan Iran selanjutnya membalas dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di kawasan Timur Tengah.
Konflik Berawal dari Eskalasi Iran-Israel
Ketegangan sebelumnya meningkat ketika Israel melancarkan operasi terhadap Iran pada malam menjelang 13 Juni 2025 dengan menuduh Teheran menjalankan program nuklir militer secara rahasia.
Iran membalas operasi tersebut dengan serangannya sendiri hingga kedua pihak terlibat saling serang selama 12 hari.
Amerika Serikat kemudian ikut terlibat dengan menyerang fasilitas nuklir Iran pada malam 22 Juni 2025.
Pernyataan terbaru Araghchi menegaskan posisi Teheran yang menginginkan berakhirnya konflik secara menyeluruh dibanding kesepakatan gencatan senjata sementara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



