HOME  ⁄  Geopolitik

Putin Sebut Perusahaan Rusia Siap Garap Proyek Hidrokarbon dan Energi di Myanmar

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Putin Sebut Perusahaan Rusia Siap Garap Proyek Hidrokarbon dan Energi di Myanmar
Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan dengan para pimpinan kantor berita internasional terkemuka yang menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) ke-29 di St. Petersburg, Rusia, pada 4 Juni 2026 (sumber: Xinhua/Hao Jianwei)

Pantau - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan perusahaan-perusahaan Rusia siap berpartisipasi dalam proyek eksplorasi dan produksi hidrokarbon di Myanmar sebagai bagian dari penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam konferensi pers bersama Presiden Myanmar Min Aung Hlaing pada Selasa, 18 Agustus, setelah keduanya mengadakan pertemuan dalam rangka kunjungan resmi pemimpin Myanmar tersebut ke Rusia.

Putin menyebut sektor energi sebagai salah satu bidang utama dalam kerja sama bilateral Rusia dan Myanmar yang saat ini mencakup sejumlah proyek bersama berskala besar.

Rusia dan Myanmar Bahas Pembangkit Listrik hingga Kilang Minyak

Rusia dan Myanmar sedang mempertimbangkan pembangunan bersama sejumlah fasilitas energi di wilayah selatan Myanmar, termasuk pembangkit listrik dan kilang minyak.

Putin juga mengungkapkan peluang pengembangan ekspor gas alam cair dari Myanmar untuk kebutuhan domestik maupun pasar negara tetangga.

"Terdapat prospek yang baik untuk mengatur ekspor gas alam cair dari Myanmar. Tidak hanya untuk konsumsi dalam negeri, tetapi juga untuk pasokan transit ke negara-negara tetangga," ungkap Putin.

Dengan rencana tersebut, gas alam cair dari Myanmar berpotensi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus disalurkan ke negara-negara tetangga.

Putin mengatakan Rusia dan Myanmar saat ini sedang mengerjakan beberapa proyek bersama dalam skala besar serta telah menyepakati serangkaian perjanjian antarpemerintah dan komersial.

Kerja sama ekonomi menjadi salah satu prioritas utama dalam hubungan kedua negara.

Selain sektor energi, Moskow dan Naypyidaw membahas rencana pembangunan pelabuhan laut dalam di pesisir selatan Myanmar yang dirancang untuk dapat menampung kapal-kapal berukuran besar.

Kerja Sama Militer dan Teknologi Turut Diperkuat

Putin turut menyoroti eratnya kerja sama militer dan teknis militer antara Rusia dan Myanmar, termasuk penyelenggaraan latihan angkatan laut bilateral.

"Latihan angkatan laut bilateral secara rutin digelar di perairan lepas pantai Myanmar. Kapal-kapal angkatan laut Rusia juga melakukan kunjungan ke pelabuhan di Myanmar," kata Putin.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui latihan angkatan laut bilateral secara rutin di perairan lepas pantai Myanmar serta kunjungan kapal-kapal Angkatan Laut Rusia ke sejumlah pelabuhan di negara tersebut.

Seusai pembicaraan, Rusia dan Myanmar menandatangani deklarasi bersama yang menentang penerapan sanksi sekaligus mengatur upaya memitigasi berbagai dampak negatif yang ditimbulkannya.

Kedua negara turut menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama di bidang industri elektronik dan teknologi digital.

Kesepakatan tersebut memperluas kerja sama Rusia dan Myanmar yang mencakup eksplorasi dan produksi hidrokarbon, energi, infrastruktur pelabuhan, ekonomi, militer dan teknis militer, industri elektronik, serta teknologi digital.

Penulis :
Leon Weldrick