
Pantau - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menekankan pentingnya meneruskan warisan kebijakan para pendahulu dalam pengelolaan sektor energi Indonesia untuk menghadapi tantangan kebutuhan energi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Yuliot saat berziarah ke makam para mantan Menteri Pertambangan dan Energi RI di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, dalam rangka Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81.
“Dari menteri-menteri tersebut, cukup banyak yang meninggalkan warisan dan juga pekerjaan-pekerjaan yang perlu diteruskan," katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Kebijakan Energi Berkembang dari Migas hingga Mineral
Yuliot mengatakan ziarah tersebut menjadi momentum untuk mengenang kontribusi para pendahulu sekaligus melihat keberlanjutan kebijakan dalam pengelolaan energi Indonesia.
Menurut dia, perkembangan sektor pertambangan dan energi berlangsung secara bertahap, mulai dari minyak dan gas bumi (migas), batu bara, hingga mineral.
Setiap Menteri Pertambangan dan Energi maupun Menteri ESDM disebut memiliki peran dalam membangun kebijakan sesuai tantangan pada masanya.
Yuliot mencontohkan Menteri Pertambangan dan Energi periode 1978-1988 Subroto yang dinilainya berperan dalam meletakkan sejumlah dasar kebijakan kementerian.
"Seperti Pak Subroto, beliau justru banyak meletakkan dasar-dasar kebijakan yang ada di Kementerian ESDM," ujar Yuliot.
Yuliot menyebut tiga warisan utama Subroto, yakni pembinaan organisasi kementerian, keberpihakan dan penguasaan negara terhadap sumber daya alam khususnya migas, serta program hemat energi.
Subsidi Energi Tepat Sasaran Disoroti
Yuliot juga menyinggung kebijakan subsidi energi pada masa Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh.
Pada periode tersebut, subsidi energi diterapkan melalui dua skema berupa subsidi terbuka untuk bahan bakar minyak (BBM) dan subsidi tertutup untuk LPG dengan pengawasan dalam pelaksanaannya.
"Jadi subsidi tepat sasaran itu juga sudah dimulai pada zaman Pak Darwin. Inilah yang kita lihat sebagai keberlanjutan kebijakan-kebijakan dari menteri-menteri sebelumnya," kata Yuliot menambahkan.
Memasuki usia ke-81, sektor pertambangan dan energi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional dengan tetap menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Fondasi kebijakan para pendahulu menjadi bagian dari pengelolaan energi melalui pemanfaatan sumber daya, konservasi, serta diversifikasi energi untuk memenuhi kebutuhan generasi saat ini dan mendatang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




