
Pantau - Rusia akan menggelar pemilihan anggota parlemen pada 18-20 September 2026 di tengah situasi yang disebut pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia sebagai “perang hibrida” negara-negara Barat terhadap Moskow.
Duta Besar Kementerian Luar Negeri Rusia untuk Penugasan Khusus Maxim Raider mengatakan kondisi tersebut juga pernah dihadapi Rusia ketika menggelar pemilihan presiden pada 2024.
Rusia Soroti Tantangan Pemilu September
“Pemilu September sekali lagi, seperti halnya pemilihan presiden 2024, harus dilaksanakan di tengah histeria Russophobia yang terus berlangsung, yang pada dasarnya merupakan ‘perang hibrida’ Barat terhadap Rusia,” kata Raider yang juga Wakil Ketua Komisi Pemilu Kementerian Luar Negeri kepada RIA Novosti pada Rabu.
Raider menyebut perkembangan teknologi modern, termasuk kecerdasan buatan atau AI, telah memperluas kemampuan dalam membuat berita palsu dan memanipulasi opini publik.
“Hal ini tentu saja semakin mempersulit pekerjaan kami dalam menyampaikan informasi yang diperlukan kepada para pemilih,” kata Raider.
Pernyataan mengenai “perang hibrida” tersebut merupakan klaim pihak Rusia terkait situasi yang dinilai dapat memengaruhi penyelenggaraan pemilu dan bukan fakta independen yang dibuktikan dalam keterangan tersebut.
Putin Tetapkan Pemungutan Suara pada 18-20 September
Presiden Rusia Vladimir Putin telah menetapkan pemilihan anggota parlemen untuk State Duma ke-9 digelar pada September 2026.
Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung selama tiga hari pada 18-20 September.
Putin menyebut pemilihan parlemen tersebut sebagai salah satu agenda politik dalam negeri yang sangat penting bagi Rusia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



