
Pantau - Amerika Serikat (AS) menyiapkan sanksi ekonomi yang disebut sebagai terberat dalam sejarah terhadap Iran dengan melibatkan negara-negara sekutunya dalam upaya mengisolasi perekonomian Teheran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kebijakan tersebut akan menjadi bagian dari isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar yang pernah dilakukan.
"Tekanan ekonomi ini berarti kami akan melibatkan semua sekutu kami dan ini akan menjadi isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia," kata Bessent kepada CNBC.
AS Ancam Tindak Negara yang Bertransaksi dengan Iran
Bessent mengatakan AS akan meminta negara-negara sekutunya menentukan sikap antara mendukung Washington atau tetap melakukan hubungan ekonomi dengan Iran.
"Jika Anda bersikeras melakukan transaksi dengan mereka (Iran), baik itu mentransfer uang, membeli minyak mereka, atau mereka melakukan transfer melalui kapal laut, maka Departemen Keuangan AS dan Pemerintah AS akan mengerahkan seluruh kekuatan dan kekuasaan untuk menindak kalian," katanya.
Menurut Bessent, negara-negara sekutu AS dan komunitas internasional kini harus mengambil keputusan terkait hubungan ekonomi mereka dengan Iran.
"Dan kami akan menghancurkan perekonomian rezim pembunuh ini, yang akan membatasi kemampuan mereka untuk memproyeksikan kekuasaan melalui antek-anteknya. Dengan demikian, hal itu berarti mereka (Iran) tidak akan bisa membayar tentara, dan kita akan menghadapi inflasi yang signifikan, baik inflasi harga pangan maupun inflasi umum di Iran," kata Bessent.
Bessent juga mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa langkah ekonomi tersebut akan membuat harga minyak turun lebih cepat dibandingkan kenaikan harga yang dipicu "kemacetan" di Selat Hormuz.
Perundingan AS-Iran Terhenti di Tengah Konflik
AS dan Iran sebelumnya menyepakati gencatan senjata pada April 2026 dan menandatangani kesepakatan kerangka kerja pada 17 Juni 2026 sebagai awal negosiasi menuju kesepakatan akhir.
Namun, perundingan tersebut terhenti akibat ketidaksepakatan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur strategis perdagangan dan pasokan energi dunia.
Ketegangan kedua negara juga kembali meningkat setelah AS melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di wilayah Iran.
Iran kemudian membalas dengan menyerang fasilitas dan peralatan militer AS di sejumlah negara Arab, termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



