HOME  ⁄  Geopolitik

Stok Rudal THAAD AS Menipis Seusai Konflik Iran, Pengiriman Baru Dijadwalkan April 2027

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Stok Rudal THAAD AS Menipis Seusai Konflik Iran, Pengiriman Baru Dijadwalkan April 2027
Foto: (Sumber :Pengerahan sistem rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) buatan AS di Israel untuk melawan potensi ancaman rudal balistik jarak jauh dari Iran pada Minggu (14/10/2024). (ANTARA/Anadolu).)

Pantau - Persediaan rudal pencegat Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) Amerika Serikat dilaporkan menipis setelah digunakan dalam konflik dengan Iran, sementara pengiriman rudal baru untuk militer AS dijadwalkan pada April 2027.

Dokumen Pentagon yang ditelaah RIA Novosti menyebut Amerika Serikat telah menghabiskan hampir 80 persen persediaan rudal THAAD yang dimiliki sebelum konflik selama operasi militer melawan Iran.

Pengiriman satu paket berisi 39 rudal sebelumnya dijadwalkan pada Februari 2025, tetapi sejumlah dokumen Pentagon yang telah dirilis menunjukkan tenggat tersebut mundur menjadi April 2027.

Produksi Rudal THAAD Memakan Waktu Lebih dari Lima Tahun

Kontrak paket pengiriman Lot 13 dengan Lockheed Martin selaku produsen rudal THAAD telah dilakukan pada Maret 2022.

Berdasarkan data terbaru, produksi rudal pencegat membutuhkan waktu lebih dari lima tahun, sedangkan seluruh siklus pengadaannya mencapai 6,5 tahun.

Rudal THAAD terakhir untuk militer AS telah dikirim pada Juli 2023.

Pentagon menjelaskan kapasitas produksi setelah pengiriman Lot 12 selesai telah digunakan untuk memenuhi pesanan ekspor sehingga pengiriman berikutnya harus dijadwalkan ulang.

Kapasitas produksi THAAD saat ini maksimal delapan rudal per bulan atau hingga 96 rudal per tahun.

Pentagon Akan Membeli 830 Rudal Tambahan

Mulai tahun fiskal 2027, program THAAD akan dialihkan dari Badan Pertahanan Rudal (MDA) kepada Angkatan Darat AS.

Pentagon juga berencana membeli 830 rudal pencegat tambahan dengan nilai 10,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp185,6 triliun sekaligus meningkatkan kapasitas produksinya.

Langkah tersebut dilakukan ketika kebutuhan pengadaan rudal pencegat meningkat setelah sebagian besar persediaan THAAD digunakan dalam operasi militer melawan Iran.

Penulis :
Aditya Yohan