
Pantau - Amerika Serikat memasuki tahap akhir konflik dengan Iran setelah Washington meluncurkan operasi ekonomi terhadap Teheran yang disebut akan menjadi serangan finansial terbesar terhadap musuhnya.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan memaparkan rincian langkah ekonomi tersebut dalam konferensi pers pada Senin (24/8/2026).
"Presiden Donald Trump dan kekuatan militer kami yang luar biasa telah secara signifikan melumpuhkan kemampuan militer Iran dan melemahkan program nuklirnya. Kini, kami memasuki tahap akhir. Saat fajar menyingsing akan dimulai 'Hari-H' ekonomi, serangan finansial terbesar yang pernah dilancarkan terhadap seorang musuh," kata Bessent dalam sebuah artikel opini di Financial Times.
Trump Luncurkan Operasi Ekonomi terhadap Iran
Presiden AS Donald Trump mengumumkan peluncuran operasi ekonomi terhadap Iran pada Kamis (20/8/2026) dan menyebut langkah tersebut sebagai isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Trump juga menyerukan negara-negara sekutu untuk bergabung dengan AS dalam menjalankan tekanan terhadap Iran.
Meski beralih ke strategi perang ekonomi, Trump mengatakan Washington tidak mengesampingkan opsi militer terhadap Teheran.
Konflik AS dan Iran bermula pada 28 Februari 2026 ketika AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran yang kemudian dibalas oleh Teheran.
AS dan Israel kembali menyerang sejumlah sasaran di ladang gas South Pars serta kawasan industri Assaluyeh di Iran selatan pada Maret 2026.
Kesepakatan Penghentian Permusuhan Tak Bertahan Lama
Iran dan AS sempat menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan pada pertengahan Juni 2026.
Kesepakatan tersebut tidak berlangsung lama karena kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.
Konflik hingga kini belum terselesaikan meskipun AS dan Iran disebut tidak sedang bertempur secara langsung.
Washington saat ini mengandalkan tekanan ekonomi terhadap Teheran sebagai bagian dari strategi dalam konflik tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



