HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Membantah Telah Menerima Undangan untuk Bergabung dalam Perjanjian Pertahanan Makkah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Iran Membantah Telah Menerima Undangan untuk Bergabung dalam Perjanjian Pertahanan Makkah
Foto: (Sumber :Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei. ANTARA/Xinhua..)

Pantau - Iran membantah telah menerima undangan resmi untuk bergabung dalam Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah yang sebelumnya ditandatangani Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyampaikan bantahan tersebut pada Senin (24/8/2026).

Pernyataan itu muncul setelah Kepala Kantor Berita Parlemen Iran Mehdi Rahimi sebelumnya menyebut Iran telah diundang untuk bergabung dalam pakta pertahanan tersebut.

Iran Belum Menerima Undangan Resmi

Rahimi sebelumnya menyatakan bahwa usulan agar Iran bergabung dalam Perjanjian Pertahanan Makkah sedang dipertimbangkan oleh kepemimpinan negara tersebut.

Pernyataan Rahimi dilaporkan lembaga penyiaran Al Mayadeen yang berbasis di Lebanon pada Minggu (23/8/2026).

Namun, Baghaei kemudian menegaskan bahwa Teheran belum menerima undangan resmi untuk bergabung dalam perjanjian tersebut.

Perbedaan keterangan itu muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kerja sama keamanan negara-negara di kawasan.

Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan Bentuk Pertahanan Bersama

Pakistan, Arab Saudi, dan Turkiye menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah di Makkah, Arab Saudi, pada 7 Agustus 2026 di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan regional.

Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan perjanjian tersebut bertujuan memperkuat pencegahan kolektif terhadap segala bentuk agresi.

Dalam perjanjian itu, setiap serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Hingga pernyataan Baghaei disampaikan, Iran menegaskan belum menerima undangan resmi untuk menjadi bagian dari pakta pertahanan tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan