HOME  ⁄  Geopolitik

China Memperingatkan Ancaman Bencana Susulan setelah Banjir Dahsyat Melanda Perbatasan Nepal

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

China Memperingatkan Ancaman Bencana Susulan setelah Banjir Dahsyat Melanda Perbatasan Nepal
Foto: (Sumber :Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. ANTARA/Desca Lidya Natalia.)

Pantau - Pemerintah China memperingatkan risiko bencana susulan setelah banjir bandang dan longsor lumpur melanda kawasan perbatasan China-Nepal sejak Rabu (26/8), dengan ancaman berasal dari gletser, danau glasial, serta ketidakstabilan pegunungan di sekitar lokasi bencana.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan kondisi geologis di kawasan terdampak membuat operasi pencarian, penyelamatan, dan penanganan bencana menghadapi tantangan besar.

"Di kawasan sekitarnya masih terdapat banyak gletser dan danau glasial dengan risiko bahaya geologis yang cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat besar bagi operasi penyelamatan dan penanganan bencana," kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing pada Jumat (28/8).

Banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah utara dan tengah Nepal dengan dampak terparah terjadi di Trishuli Bazar, Distrik Nuwakot, sementara wilayah China yang terdampak berada di Kabupaten Gyirong, Kota Shigatse, Daerah Otonom Xizang.

"Rencana penyelamatan yang matang harus disusun dan segala upaya harus dikerahkan untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang yang masih hilang, baik warga Tiongkok maupun warga negara asing," tambah Lin Jian.

Lin Jian mengatakan pemerintah perlu mengawasi kestabilan danau bendungan alami dan pegunungan di sekitarnya untuk mencegah munculnya bencana lanjutan.

"Kami mencatat bahwa para ahli dan lembaga resmi Tiongkok serta Nepal telah melakukan penilaian awal mengenai penyebab bencana tersebut. Berdasarkan analisis mereka, bencana ini dipicu oleh runtuhnya gletser di kawasan dataran tinggi di Nepal," ungkap Lin Jian.

Status kewarganegaraan para korban yang selamat maupun meninggal dunia masih dalam proses verifikasi oleh pihak berwenang.

"Informasi terkait negara asal korban masih dalam proses verifikasi lebih lanjut. Kami telah memberi tahu kedutaan besar negara-negara terkait di China dan akan tetap berkomunikasi dengan mereka," tambah Lin Jian.

Perdana Menteri China Li Qiang telah mendatangi lokasi bencana pada Kamis (27/8) dan mengingatkan bahwa China masih berada dalam periode utama musim banjir dengan situasi pengendalian banjir serta pencegahan topan yang berat dan kompleks.

"Pemerintah harus berpegang pada pemikiran mengenai skenario terburuk dan batas keselamatan, serta dengan tegas mengatasi sikap lengah," kata PM Li Qiang dalam pernyataannya di media pemerintah.

Dewan Pariwisata Nepal mencatat sebanyak 121 wisatawan asing telah berhasil diselamatkan hingga Jumat (28/8) pukul 15.30 waktu setempat, termasuk warga India, China, Korea Selatan, Amerika Serikat, Rusia, Italia, Bulgaria, dan Swiss.

Kementerian Luar Negeri Nepal menyatakan 596 warga dari 33 negara dan 127 warga Nepal masih hilang, sementara pemerintah China melaporkan 558 orang termasuk 260 warga negara asing belum diketahui keberadaannya di wilayah China.

Jumlah korban meninggal akibat banjir di Nepal telah mencapai 547 orang, sedangkan otoritas setempat telah mengevakuasi 3.253 orang selama bencana berlangsung.

Operasi penyelamatan di Nepal kembali dilanjutkan setelah sebelumnya sempat dihentikan karena tingginya permukaan air.

Kekhawatiran terhadap bencana susulan meningkat setelah sebuah danau bendungan besar yang terbentuk akibat banjir bandang dilaporkan jebol dan berpotensi mengirim gelombang air tambahan menuju Sungai Bhotekoshi di Nepal.

Pemerintah China sebelumnya memperingatkan danau di dekat pertemuan Sungai Chhochen Khola dan Purepu Tsangpo telah meluap serta berisiko tinggi jebol dengan perkiraan volume sedikitnya 2,5 juta meter kubik air.

Kedua sungai tersebut menyatu sebelum memasuki Nepal dan kemudian dikenal sebagai Sungai Bhotekoshi yang menjadi salah satu anak sungai utama Sungai Trishuli.

Survei Geologi Amerika Serikat menyebut aktivitas seismik yang tercatat berkaitan dengan runtuhnya gletser yang menerjang permukiman di sepanjang Sungai Bhotekoshi dan Trishuli serta membawa material longsoran ke hilir.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026