HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Berupaya Memperkuat Hubungan dengan Negara Muslim di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Iran Berupaya Memperkuat Hubungan dengan Negara Muslim di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat
Foto: (Sumber :Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membahas kesepakatan yang dicapai dengan Amerika Serikat dan perkembangan regional dalam pertemuan dengan para duta besar dan perwakilan diplomatik dari negara-negara asing di Teheran, Iran, Selasa (16/6/2026). ANTARA/Anadolu Agency/HO-Iranian Foreign Ministry/pri/am..)

Pantau - Iran berupaya memperkuat hubungan politik dan ekonomi dengan negara-negara Muslim, terutama negara tetangga, di tengah ketegangan Teheran dengan Amerika Serikat yang masih berlangsung sejak perang pecah pada akhir Februari 2026.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan kebijakan tersebut dalam pertemuan dengan para tamu Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-40 pada Jumat (28/8).

“Kami menginginkan hubungan yang baik dengan semua negara Islam, terutama negara-negara tetangga,” kata Araghchi.

“Kami mengupayakan hubungan ekonomi yang lebih luas dengan semua negara Islam, dan syukurlah, kami telah memiliki hubungan yang luas dengan mereka semua,” ujarnya.

Araghchi mengatakan tidak ada alasan bagi Iran dan Mesir untuk terus mengalami perselisihan serta menyatakan Teheran siap memulihkan hubungan dengan Kairo.

“Kami mengupayakan hubungan yang baik dengan Mesir. Kapan pun teman-teman kami di Mesir mengambil keputusan dan siap untuk memulihkan hubungan, kami pun akan siap,” katanya.

Iran juga menginginkan hubungan baik dengan seluruh kelompok dan faksi politik di Lebanon serta menyatakan kesiapan mengembangkan hubungan dengan pemerintah negara tersebut.

Namun, Araghchi mengatakan Iran tidak menyetujui sejumlah kebijakan pemerintah Lebanon dan berharap Kementerian Luar Negeri Lebanon menunjukkan “rasionalitas yang lebih besar.”

Teheran juga mendorong perluasan hubungan dengan negara-negara Afrika sebagai bagian dari kebijakan memperkuat kerja sama di dunia Muslim.

“Pendekatan kami terhadap dunia Islam didasarkan pada persatuan,” ujarnya.

Araghchi mengatakan Iran menargetkan posisi Amerika Serikat di sejumlah negara kawasan sebagai respons terhadap serangan Washington, tetapi menegaskan Teheran tidak menyerang negara Muslim maupun negara tetangganya.

Menurut dia, Iran sebelumnya telah memberi tahu negara-negara kawasan bahwa pangkalan dan target Amerika Serikat di wilayah mereka dapat menjadi sasaran jika Washington menyerang Iran.

“Pasukan kami akan menyerang target AS mana pun di kawasan ini selama masa perang, baik itu pangkalan AS, fasilitas, maupun titik kumpul pasukan mereka,” tegasnya.

Araghchi menyebut serangan Amerika Serikat dan Israel sebagai “agresi yang tidak sah” serta menyebut respons Iran sebagai “pembelaan diri yang sah.”

Ketegangan Teheran dan Washington berlangsung sejak perang bermula dengan serangan terhadap Iran pada akhir Februari 2026 yang kemudian dibalas Iran dengan menargetkan posisi serta aset militer AS di sejumlah negara Arab.

Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman 14 poin di Islamabad pada 18 Juni 2026 melalui mediasi Pakistan dan Qatar untuk mengakhiri permusuhan serta membuka jalan menuju negosiasi.

Pelaksanaan kesepakatan itu kemudian menghadapi kendala setelah Iran menuduh Amerika Serikat tidak memenuhi komitmennya dan Washington kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Juli 2026 yang memicu serangan balasan Teheran.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026