
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pengusaha kilang dan distributor bahan bakar minyak (BBM) pada Selasa untuk mendorong peningkatan produksi sekaligus menekan harga bahan bakar di dalam negeri.
Pertemuan tersebut akan melibatkan perusahaan kilang dan distributor bahan bakar dari skala kecil hingga perusahaan besar, berdasarkan laporan CNBC yang mengutip pejabat Gedung Putih.
Sejumlah pejabat tinggi pemerintahan AS juga dijadwalkan mengikuti pertemuan tersebut, termasuk Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum dan Menteri Energi AS Chris Wright.
Direktur Eksekutif National Energy Dominance Council Jarrod Agen juga dijadwalkan hadir bersama para eksekutif perusahaan yang bergerak di sektor kilang dan distribusi bahan bakar.
Pemerintah Trump Dorong Penghematan Harga BBM
Pemerintahan Trump ingin agenda dominasi energi yang dijalankan dapat memberikan dampak langsung berupa penghematan biaya bahan bakar bagi konsumen Amerika Serikat.
"Presiden Trump sangat fokus memastikan agenda dominasi energi yang sukses dapat menghasilkan penghematan biaya semaksimal mungkin di pompa bensin bagi konsumen," ungkap Juru Bicara Gedung Putih Taylor Rogers.
Pertemuan dengan pelaku industri energi berlangsung di tengah kekhawatiran mengenai keterjangkauan harga bensin di Amerika Serikat menjelang pemilihan anggota Kongres AS pada November.
Sejumlah analis memperkirakan Partai Republik menghadapi risiko kehilangan kursi kepada Partai Demokrat seiring penurunan tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Trump.
Penurunan tingkat kepuasan tersebut terjadi di tengah operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran serta kenaikan harga berbagai kebutuhan.
Trump Perluas Kendali AS atas Energi Venezuela
Selain berupaya menekan harga bahan bakar di dalam negeri, Trump juga berusaha meningkatkan kendali Amerika Serikat atas sektor energi Venezuela.
Pertemuan Trump dengan para pelaku industri minyak berlangsung beberapa hari setelah Trump dan pejabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengumumkan kesepakatan kerja sama di sektor minyak.
Berdasarkan artikel, kesepakatan tersebut memberikan kendali mayoritas kepada perusahaan-perusahaan Amerika Serikat atas cadangan minyak Venezuela yang disebut mencapai 65 miliar barel.
Kesepakatan itu juga membuka peluang investasi swasta senilai lebih dari 100 miliar dolar AS yang diarahkan untuk pengembangan infrastruktur energi Venezuela.
- Penulis :
- Shila Glorya




