
Pantau - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengajak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkolaborasi memperkuat ketahanan energi, mempercepat transisi energi bersih, dan mengembangkan dakwah ekologis melalui jaringan pesantren serta komunitas NU.
Ajakan tersebut disampaikan Eddy setelah KH Miftachul Akhyar kembali terpilih sebagai Rais Aam PBNU dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.
“Saya mengucapkan selamat kepada KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU terpilih. Semoga amanah dalam memimpin Nahdlatul Ulama dan terus membawa NU menjadi kekuatan moral, sosial, dan keumatan yang terus memberikan solusi bagi persoalan bangsa.” ujar Eddy.
Eddy berharap kepemimpinan PBNU dapat memperkuat peran NU dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan, termasuk krisis lingkungan dan energi.
NU Diajak Memperkuat Ketahanan Energi
Eddy mengajak NU membangun kolaborasi untuk mewujudkan ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju energi bersih sekaligus mendukung pemenuhan hak masyarakat atas lingkungan yang bersih dan sehat.
“Saya mengajak mari berkolaborasi untuk mewujudkan ketahanan energi dan transisi menuju energi terbarukan sebagai bagian dari visi Presiden Prabowo sekaligus urgensi dakwah ekologis. Transisi energi harus menjadi jalan menuju kedaulatan energi, sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri dengan sumber daya yang kita miliki,” ungkap Eddy.
Menurut Eddy, ketahanan energi membutuhkan gerakan sosial yang luas dan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah maupun regulasi di parlemen.
Ia menilai NU memiliki posisi strategis karena mempunyai jaringan pesantren, ulama, dai, lembaga pendidikan, dan komunitas yang berakar di tengah masyarakat.
Pesantren Didorong Menjadi Model Gerakan Hijau
Eddy meyakini PBNU dapat memperluas gerakan lingkungan melalui pesantren dan komunitas NU dengan menerapkan pengelolaan sampah, efisiensi energi, pemanfaatan energi surya, konservasi air, serta pengembangan ekonomi hijau berbasis komunitas.
“Saya membayangkan pesantren-pesantren NU dapat menjadi role model pesantren hijau yang bersih, mandiri energi, mampu mengelola sampah, dan menggunakan teknologi energi terbarukan. Dari pesantren, gerakan ini kemudian menyebar ke masyarakat,” ungkap Eddy.
Eddy berharap pembangunan ekonomi nasional berjalan seiring dengan terwujudnya kedaulatan energi dan perlindungan lingkungan untuk generasi mendatang.
“Kita ingin mewariskan kepada generasi berikutnya bukan hanya Indonesia yang ekonominya tumbuh, tetapi Indonesia yang energinya berdaulat, udaranya bersih, lingkungannya terjaga, dan pembangunan ekonominya benar-benar berkelanjutan,” tutupnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




