
Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran diselesaikan melalui perundingan setelah kedua negara kembali terlibat aksi saling serang di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Guterres menyampaikan seruan tersebut pada Selasa (1/9/2026) setelah Iran melakukan serangan balasan terhadap serangan AS.
Ia menekankan pentingnya penyelesaian konflik berdasarkan hukum internasional, Piagam PBB, serta resolusi PBB yang relevan.
Guterres Serukan Perdamaian yang Adil dan Abadi
Guterres menilai jalur perundingan semakin diperlukan untuk menghentikan konflik dan mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
"Kita membutuhkan perundingan menuju perdamaian yang adil dan abadi, lebih dari sebelumnya, sesuai dengan hukum internasional, termasuk Piagam PBB dan resolusi-resolusi PBB yang relevan," tulis Sekjen di platform X.
Guterres juga menyatakan perjanjian dan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati terus dilanggar ketika aksi saling serang kembali terjadi.
Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi antara Washington dan Teheran.
Iran Lancarkan Serangan Balasan, Trump Beri Ancaman
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan Teheran mulai melancarkan serangan balasan terhadap serangan AS ke Iran pada Selasa.
Perkembangan tersebut membuat konflik antara kedua negara kembali meningkat setelah upaya gencatan senjata sebelumnya tidak mampu menghentikan aksi saling serang.
Presiden AS Donald Trump kemudian mengancam Iran dengan serangan yang menghancurkan apabila Teheran terus membalas serangan AS.
Di tengah ancaman tersebut, Guterres mendorong pihak-pihak yang berkonflik menggunakan jalur diplomasi dan perundingan untuk mencapai penyelesaian sesuai hukum internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




